SBY menonaktifkan Ruhut Sitompul hanya melalui pesan singkat, seperti apa isinya?
- Tim WowKeren
- Senin, 22 Agustus 2016 - 13:36 WIB
WowKeren - Kabar diberhentikannya Ruhut Sitompul sebagai Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat tengah hangat diperbincangkan. Pengacara sekaligus politikus itu kabarnya dinonaktifkan dari jabatannya hanya melalui SMS yang dikirimkan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
Menanggapi penonaktifan itu, Ruhut pun buka suara. Jika memang banyak yang tidak nyaman dengan keberadaannya, ada kemungkinan Ruhut akan mengambil jalur independen seperti Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
"Demokrat bukan partaiku yang pertama, tapi yang terakhir. Tapi kalau lingkungan Demokrat enggak senang sama aku, aku ingin jadi tokoh independen seperti Ahok. Tapi sekarang aku masih di Demokrat," ujar Ruhut dilansir dari CNNIndonesia.
Lebih lanjut, Ruhut menduga jika ada orang-orang di dalam partainya yang merasa cemburu padanya. "Juru Bicara itu tidak ada dalam struktur kepengurusan partai. Jabatanku di Demokrat adalah Ketua Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Juru Bicara tidak ada secara kelembagaan. Itu kecemburuan mereka (orang di sekitar SBY) saja," terang Ruhut.
Menurut Ruhut ada orang-orang di partainya yang merasa tidak nyaman. Apalagi, politikus yang sempat menjadi pemain sinetron ini berani berbicara dan mengkritik saat ada anggota yang terlibat korupsi.
"Misal waktu Putu Sudiartana tertangkap tangan, aku ingatkan berdasarkan pakta integritas partai, siapa yang korupsi dipecat. Putu tertangkap tangan, tapi mereka (kader Demokrat lain) bilang seolah-olah Demokrat dipojokkan oleh KPK," imbuh Ruhut. "KPK kan sudah bilang dia tertangkap tangan. Malu dong. Masak slogan partai 'Katakan tidak pada korupsi' menjadi 'Katakan iya pada korupsi'."
Sementara itu, di media sosial beredar isi pesan singkat SBY untuk menonaktifkan Ruhut. Salah satunya adalah tentang ucapan Ruhut yang dinilai kurang pantas.