Ini Penjelasan Ahli Taksiologi Mengenai Sianida di Lambung Mirna
Nasional

Ahli taksiologi juga menjelaskan tentang Hani dan petugas kafe yang ikut mencicipi kopi seperti ini ...

WowKeren - Kamis (25/8), persidangan kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali digelar. Pada persidangan ke-14 ini ahli toksikologi forensik, Prof Dr I Made Agus Gelgel Wirasuta dihadirkan untuk memberikan keterangan.

Made menjelaskan mengapa sianida yang terdapat di dalam tubuh mirna hanya 0,2 miligram. Hal itu terjadi karena lambung Mirna korosif sehingga sianida cepat menyebar ke dalam darah. "Begitu sampai lambung, sianida cepat masuk ke dalam darah. Otomatis di dalam lambung pasti berkurang," ungkap Made.

Made juga menambahkan bahwa korban diperiksa setelah tiga hari, sehingga senyawa tersebut terdistribusi ke seluruh tubuh. "Korban setelah tiga hari baru diperiksa, terjadilah yang namanya distribusi racun di dalam tubuh setelah mati sehingga sel senyawa akan bisa terdistribusi ke mana pun dia mau," jelas Made.


"Setelah tiga hari mungkin reaksi ini sangat sempurna sehingga tidak bisa menemukan lagi sisa (sianida) di tubuh korban. Telah terjadi penguraian ion-ion selama tiga hari," tambah Made. Ditambah daya tahan tubuh Mirna memang sedang tidak terlalu baik saat kejadian.

Selain itu, Made juga menjelaskan mengapa Hani dan petugas Kafe Olivier yang juga mencicipi es kopi Vietnam tak mendapat efek separah Mirna. Menurut ahli racun itu, Hani dan petugas kafe hanya mencicip kopi bersianida dalam jumlah yang sangat kecil.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!