Ikut Demo Tolak Penggusuran Bukit Duri, Pendiri MURI Datang dengan Kursi Roda
SerbaSerbi

Ini jawaban pendiri MURI, Jaya Supratna soal partisipasinya dalam aksi demo warga Bukit Duri.

WowKeren - Penggusuran Bukit Duri tengah menjadi perhatian publik. Demi menolak penggusuran itu, sejumlah warga dan juga anggota Sanggar Saung Merdeka Ciliwung menggelar aksi demo. Mereka menyanyikan lagu-lagu untuk menggambarkan upaya untuk bertahan.

Dalam aksi tersebut juga terlihat sosok pendiri MURI (Museum Rekor Indonesia), Jaya Supratna. Ia datang dengan menggunakan kursi roda. Meski dalam kondisi yang kurang sehat, Jaya rupanya tetap ingin menunjukkan solidaritasnya pada warga Bukit Duri.

"Bukit Duri sedang dalam proses di PN Pusat dan PTUN. Saya tanya ke Mahfud MD ia nyatakan tidak boleh disentuh ketika sidang berjalan," ujar Jaya. Jaya sendiri memang bukan warga Bukit Duri, namun ia bersahabat dekat dengan Romo Sandiawan Sumardi, pendiri Sanggar Saung Merdeka Ciliwung.


"Saya bukan warga Bukit Duri. Saya merasa sedih. Saya tidak akan menuntut apa pun. Tapi saya berhak untuk memohon belas kasihan pemerintah terhadap rakyat, karena warga Bukit Duri sudah taat hukum," imbuhnya. "Mereka menyampaikan aspirasi lewat jalur hukum oleh PN Jakpus dan PTUN. Tapi mendadak pemerintah akan tetap menggusur."

Penggusuran tersebut juga banyak menarik simpati publik. Bahkan banyak netter di media sosial yang turut membela warga hingga #SaveBukitDuri menjadi trending topik di Twitter.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!