Korea tampaknya tak ambil pusing menjual murah karena faktor ini...
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 Oktober 2016 - 15:00 WIB
WowKeren - Drama Korea kerap memamerkan harga jualnya yang tinggi ke Tiongkok. Namun sebenarnya apakah harga jual itu juga sama tingginya ketika menjualnya ke TV Indonesia?
Ternyata tidak. Mengejutkan memang namun kenyataannya Indonesia bukan pangsa utama industri hiburan Korea, terutama drama. Jadi meskipun harga jualnya sangat tinggi di Tiongkok atau Jepang namun drama atau variety show Korea terbilang sangat murah saat dijual ke negara lain.
Sebagai perbandingan, jika "Descendantas of The Sun" mampu terjual USD 250 ribu (Rp 3,2 miliar) per episode ke Tiongkok, maka Indonesia tak perlu merogoh kocek sedalam itu. Bahkan keseluruhan drama Korea yang dibeli Indonesia tak mencapai harga satu episode di Tiongkok. Lalu berapa?
Ternyata TV lokal Indonesia hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp 10 - 30 juta per episode drama Korea. Misalnya, drama-drama Korea baru yang tayang di RTV, harga belinya cuma Rp 16 juta per episode. Bahkan harganya lebih murah lagi jika dijual satu paket dengan rerun-nya yaitu hanya Rp 10 juta.
Tentunya harga tersebut jauh sekali dibanding drama Korea termahal saat ini yaitu "Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo". Drama yang memasang Lee Jun Ki, IU hingga Nam Joo Hyuk itu mencapai USD 400 ribu (Rp 5,22 miliar) per episode dibeli Tiongkok.
Meski terbilang murah namun harga hak siar itu masih lebih tinggi dari milik India. Tiap satu episode serial India dibanderol di bawah Rp 10 juta. Perhitungan itu tak terlepas dari durasinya yang biasanya hanya 20 menit per episode.
Korea tampaknya tak ambil pusing menjual murah karena hasil penjualan hak siar itu cukup membantu pendapatan produksi selain dari iklan dalam negeri. Pasalnya, ada relugasi pemerintah yang melarang pemasangan iklan di TV free to air yaitu KBS, MBC dan SBS. Biasanya iklan baru ditayangkan setelah acaranya selesai.
(wk/)