Begini telpon bernada ancaman yang disampaikan oleh pelaku untuk Risma.
- Tim WowKeren
- Kamis, 20 Oktober 2016 - 07:51 WIB
WowKeren - Rabu (19/10) sore, Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Balai Kota Surabaya mendapat ancaman teror bom. Seorang penelpon gelap mengancam akan meledakkan rumah dan gedung perkantoran tersebut.
Seorang staf protokol Pemkot Surabaya, Riaman, yang sedang berjaga mengaku kaget saat menerima telpon yang bernada ancaman itu. "Apabila Pemkot Surabaya tidak membuka lagi lokalisasi Dolly, maka dalam waktu tiga hari rumah dinas wali kota dan gedung pemerintahan Surabaya akan saya ledakkan," ungkap sang pelaku.
Riaman pun segera memberitahu rekan-rekannya yang lain dan melaporkan ancaman tersebut ke Polrestabes Surabaya. Ia juga menunjukkan nomor yang digunakan oleh peneror kepada pihak kepolisian. "Tadi sore sekitar pukul 15.30 WIB, ada orang yang mengaku bernama Helmi meneror dengan cara telepon ke operator di pemkot," ungkap Kapolsek Genteng, Kompol Danny Yulianto, Rabu (19/10).
Namun ancaman tersebut rupanya hanya isapan jempol belaka. Petugas kepolisian tidak menemukan bom di tempat sekitar Rumah Dinas Wali Kota Surabaya maupun Balai Kota. "Jadi bomnya memang tidak ada, karena kami sudah melakukan penyisiran di semua tempat," jelas Danny. "Masyarakat tidak usah resah, kita akan melakukan pendalaman untuk mengetahui siapa pelakunya."
Sementara itu, Risma sendiri diketahui sedang tidak berada di Surabaya waktu itu. Sejak beberapa hari yang lalu Risma menghadiri forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni UN Habitat III, di Quito, Ekuador.
(wk/)