Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan jika pungli merupakan tanggung jawab kepala daerah masing-masing.
- Tim WowKeren
- Jumat, 21 Oktober 2016 - 12:18 WIB
WowKeren - Belakangan ini pemerintah tengah gencar-gencarnya memberantas pungutan liar (pungli) di berbagai lembaga dan sektor pelayanan publik. Bahkan beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sempat mengatakan jika pihaknya akan mengurus pungli meski hanya Rp 10 ribu.
"Bukan masalah urusan Rp 10 ribu, ya. Tapi pungli ini sudah membuat masyarakat kita susah dalam mengurus sesuatu," ujar Jokowi. Tidak hanya itu, ia juga meminta gubernur dan para kepala daerah lainnya untuk bekerja sama dan serius memberantas pungutan liar.
Menanggapi ucapan Jokowi itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku tersindir. Pasalnya, pungli di dalam jumlah kecil adalah urusan kepala daerah setempat.
"Presiden ngomong Rp 10.000 pun saya urus, itu nyindir kita (kepala daerah)," ujar Ganjar usai mengikuti rapat koordinasi antara para gubernur dan Presiden di Istana Negara, Jakarta, seperti dilansir dari Kompas, Kamis (20/10).
Lebih lanjut, Ganjar mengaku akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mengatasi pungli tersebut. Ia juga mengatakan akan berkoordinasi dengan bupati dan wali kota se-Jawa Tengah untuk melaporkan hasil rapat dengan Presiden dan membahas langkah pemberantasan pungli.
Ganjar sendiri merasa jika pencegahan dan pemberantasan pungli di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah cukup baik. Meski begitu agar semakin maksimal, warga yang mempunyai laporan terkait pungli bisa melaporkannya melalui Twitter @ganjarpranowo. "Kita (kepala daerah) harus tahu diri. Kalau itu jangan Presiden-lah. Kita urus sendiri," imbuhnya.
(wk/)