Beri Keterangan, Mantan Ketua TPF Sebut Pihak Ini Tahu Soal Kematian Munir
Nasional

Beginilah penjelasan mantan ketua TPF terkait kasus kematian Munir.

WowKeren - Kabar hilangnya dokumen Tim Pencaari Fakta (TPF) kembali diangkat ke ranah publik. Kasus yang bergulir selama 12 tahun itu kini menjadi ramai diperbincangkan.

Susilo Bambang Yudhoyono bahkan mengadakan konferensi pers terkait kasus yang terjadi di masa pemerintahannya tersebut. Presiden ke-6 Republik Indonesia ini memberikan sejumlah keterangan tentang penuntasan yang telah ia lakukan.

Mantan Ketua TPF, Marsudhi Hanafi pun memberi keterangan. Dia menjelaskan bahwa kasus pembunuhan Munir belum tuntas. Marsudhi bahkan menyebutkan nama yang terkait dengan perkara tersebut. Tudingan ini mengarah ke mantan ketua Badan Intelejen Negara (BIN) saat itu, A.M Hendropriyono.


Marsudhi mengatakan sebagai ketua BIN, Hendropriyono seharusnya mengetahui. Hal ini karena kasus tersebut berada dalam ranah kekuasaannya.

Mantan ketua TPF tersebut turut menegaskan bahwa nama Hendropriyono juga disebut dalam dokumen TPF. Namun, proses penyidikan perkara tidak sampai memeriksanya. "(Saat itu) baru dugaan saja (Hendropriyono telibat). Waktu itu tidak ada bukti menunjukkan keterlibatan yang bersangkutan," kata Marsudhi. "Tapi itu waktu loh. Kalau sekarang ada yang beritahu begini, buka saja."

Saat ini, SBY telah memberikan keterangan bahwa dokumen asli TPF yang diterimanya pada tahun 2005 telah hilang. Namun mantan presiden RI tersebut akan mengirimkan dengan salinan dokumen TPF kepada Presiden Joko Widodo.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!