Inilah program anti penyalahgunaan narkoba yang sudah disepakati oleh Mendikbud.
- Tim WowKeren
- Jumat, 28 Oktober 2016 - 15:37 WIB
WowKeren - Penyebaran informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat beragam. Kepolisian Republik Indonesia bahkan telah membentuk Duta Anti Narkoba yang ditunjuk untuk meminimalisir kasus penggunaan narkotika dan obat berbahaya secara ilegal.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (Buwas) juga membuat strategi baru. Buwas mengusulkan sebuah program berupa buku anti penyalahgunaan narkoba yang dapat dimasukkan dalam kurikulum sekolah.
Buwas sudah mengusulkan rencananya itu kepada Menko Polhukam, Wiranto dan Kepala Staf Presiden (KSP), Teten Masduki. Buku anti narkoba yang dapat diakses mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut dinilai efektif sebagai bentuk pencegahan.
"Terus terang, produk saya banyak," ujar Buwas. "Bahkan, mohon izin juga kepada Menko Polhukam (Wiranto) bahwa kami sudah membuat buku untuk dimasukkan ke kurikulum SD, SMP dan SMA."
Kepala BNN itu juga sudah mengkoordinasikannya dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, Muhadjir Efendy. Muhadjir memberikan tanggapan positif dan dukungan terhadap program BNN. Dia menilai itu sangat penting sebagai informasi kepada masyarakat.
Pria yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut menuturkan akan memasukkan buku anti narkoba ke dalam kurikulum sekolah. Namun materi tersebut tidak harus masuk ke mata pelajaran.
"Itu memang sangat penting," ujar Muhadjir. "Pengertian kurikulum pak Buwas sudah bener itu. Perlu ada program studi baru bukan berarti harus menjadi mata pelajaran."
Usulan Buwas ini sebenarnya telah disampaikan kepada Anis Baswedan yang saat itu menjabat sebagai Mendikbud. Meski belum dapat masuk pada kurikulum sekolah tahun 2016 ini, ia berharap tahun depan program tersebut dapat segera terealisasi.
"Sudah saya usulkan, dia (Anies Baswedan) bilang iya, tapi tahun 2016 tidak direalisasikan," kata Buwas. "Padahal ini pencegahan yang efektif. Mudah-mudahan ke depan ini masuk (kurikulum)."
(wk/)