Simak hal-hal yang selama ini anda percaya dan rupanya hanya mitos. Anda perlu tahu fakta sebenarnya.
- Tim WowKeren
- Rabu, 02 November 2016 - 11:05 WIB
WowKeren - Dapur dan segala kegiatan di sana memang menyimpan misteri. Hanya tangan-tangan hebat bisa menciptakan masakan enak di mulut. Perlu keterampilan pula untuk bisa melakukan hal itu. Bila memang ingin menjadi koki rumah tangga, anda bisa memulainya dari sekarang.
Buat anda yang belajar memasak, tidak semua hal yang dipelajari tentang makanan itu benar. Ada beberapa informasi yang hanya mitos. Berikut mitos dan kebenaran makanan yang perlu anda ketahui:
- Tak Ada Hal Buruk yang Terjadi Bila Anda Makan Makanan Kadaluarsa Saat akan mengonsumsi makanan kemasan, mungkin Anda tak pernah lupa untuk mengecek tanggal kadaluarsa yang tertera di kemasan makanan. Lain halnya saat Anda mengonsumsi makanan olahan di restoran-restoran. Apakah Anda yakin makanan tersebut diolah dari bahan makanan yang memenuhi standar kesehatan, salah satunya belum kadaluarsa?
Makanan yang kadaluarsa mengindikasi tanggal dimana produk kehilangan kualitas dan nutrisi. Makanan yang hampir memasuki masa kadaluarsa biasanya belum memiliki tanda makanan tersebut tak layak konsumsi. Bila memakannya anda tidak akan merasakan dampak buruknya.
Bila makanan kadaluarsa dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, maka reaksi kimia dari makanan tersebut bisa menjadi racun dan menyebabkan keracunan. Bila hal ini terjadi, gejala awal dari keracunan adalah muntah, diare hingga sakit perut.

- Jangan Cairkan Makanan pada Suhu Ruangan Ada berbagai cara mencairkan makanan yang beku. Bisa dengan direndam air dingin, disimpan di kulkas seharian, microwave, di bawah pancuran air yang mengalir maupun di suhu ruangan. Ada beberapa pantangan pula dalam cara-cara tersebut. Misal tidak semua makanan beku bisa dicairkan di suhu ruangan seperti daging, ikan dan sayuran. Makanan beku yang bisa dicairkan di kondisi tersebut seperti roti, kue kering dan buah-buahan. Makanan itu bisa dimakan setelah didiamkan selama 2 hingga 4 jam di suhu ruangan.
Jika mencairkan daging beku pada suhu ruangan, anda perlu tahu bahwa bakteri di dalamnya akan muncul dua kali dalam 20 menit. Cara teraman adalah mencairkan daging di dalam kulkas.
Mencairkan di kulkas memang membutuhkan waktu lama. Namun ini merupakan cara termudah dan terhigienis. Butuh waktu seharian penuh atau bahkan lebih untuk mencairkan makanan beku seperti daging. Maka dari itu, anda harus merencanakannya sebelum memasak. Misalnya anda ingin memasak daging rendang pada hari Minggu, sehari sebelumnya harus mengeluarkan daging beku dari freezer lalu memindahkannya ke kulkas. Ingat, letakkan daging beku di rak bawah kulkas agar cairan daging penuh bakteri tidak mengenai makanan lainnya.

- Tidak Aman Makan dari Kaleng Penyok Kaleng penyok dapat disebabkan banyak hal. Kondisi ini bisa terjadi karena benturan, jatuh atau tertindih. Kaleng yang penyok sedikit dan tidak sampai membentuk sudut biasanya tidak mengalami kerusakan isi. Namun jika membentuk sudut, dikhawatirkan lapisan timahnya rusak sehingga kaleng bereaksi dengan produk, terutama yang berasam tinggi.
Kaleng yang penyok akan mengubah konsentrasi di dalam kemasan. Karena kaleng penyok dapat mengandung racun akibat adanya kandungan botulimun atau yang sering digunakan sebagai bahan dasar kosmetik. Kalau mau aman dipanaskan seperti ikan atau dibakar agar racunnya mati.
Kaleng dalam keadaan penyok tidak lebih berbahaya dari yang membengkak dan berkarat. Kondisi kaleng yang kembung bisa terjadi karena reaksi antara produk asam yang dikemas dengan kondisi kaleng yang cacat. Sedang karat dapat terjadi karena adanya reaksi antara kaleng dengan senyawa lain yang bersifat korosif. Karat yang belum merusak bagian dalam sebenarnya tidak berbahaya. Akan tetapi, bila sudah timbul lubang, meski kecil dan sulit dideteksi, ada kemungkinan mikroba sudah menyelusup ke dalamnya.

- Alkohol Membakar Selama Proses Memasak Memasak dengan bantuan alkohol dinamakan teknik flambe. Memasak dengan teknik flambe artinya adalah menyalakan api pada alkohol yang telah dituangkan di atas makanan. Setelah apinya menyala, alkohol itu akan terbakar habis dengan cepat.
Bisa saja alkohol digunakan untuk memasak itu menipis. Faktanya selama proses masak, 85 persen kandungan bahan dari alkohol bertahan. Setelah sejam memasak pelan, kandungan yang ada 25 persen. Sedang ketika sudah 3 jam, kandungan hanya 5 persen.
Anda sebaiknya hanya menggunakan minuman keras dengan kadar 40 persen alkohol per volume minuman keras. Apa pun yang lebih tinggi dari kadar itu dapat berisiko menyebabkan kebakaran yang bisa sangat berbahaya. Minuman beralkohol dengan kadar lebih rendah mungkin tidak akan terbakar.

- Sisa Makanan Bisa Bertahan Selama Seminggu Bila hanya disimpan di kulkas, makanan sisa hanya bisa bertahan paling lambat tiga hari. Bila ingin bertahan lama, anda bisa mengopernya ke dalam freezer. Makanan sisa pun perlu menerima perlakuan yang khusus. Misalnya pengaturan suhu yang hanya berkisar hingga 5 derajat celsius, makanan dengan aroma menyengat perlu ditaruh di wadah yang tertutup dan jarak antar makanan.
Makanan mentah maupun matang sebaiknya tidak biarkan pada suhu ruangan lebih dari empat jam agar terhindari dari risiko keracunan. Jika makanan berada di ruang panas yang tinggi maka bakteri akan tumbuh dengan cepat. Karena itu, ketika menyimpan makanan dalam kulkas atau freezer, pastikan dimasukkan ke wadah kedap udara. Sementara salad seperti tuna atau ayam umumnya bisa disimpan selama tiga hingga empat hari dalam kulkas.

- Telur Seharusnya Tidak Disimpan di Pintu Kulkas Telur merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Setelah dibersihkan, biasanya telur disimpan di dalam kulkas terutama di bagian pintu. Tapi, mulai hari ini lebih baik jangan simpan telur di pintu kulkas.
Kulkas memang tempat terbaik untuk menyimpan telur. Suhu rendah pada kulkas dapat menjaga telur tetap rendah, meminimalisir risiko terkontaminasi bakteri salmonella dan mencegah bakteri itu berkembang biak di telur. Namun, jangan simpan telur di tempat penyimpanan yang ada pada pintu kulkas.
Telur segar masih rentan terhadap perubahan suhu. Pintu kulkas adalah bagian paling hangat dari keseluruhan bagian kulkas. Selain itu, temperatur pada pintu kulkas berfluktuasi terutama ketika kulkas dibuka. Telur lebih baik disimpan di bagian lain di dalam kulkas yang suhunya relatif lebih lebih stabil. Sebelum disimpan, susun dulu telur di dalam karton. Ini bisa membuat telur segar selama 3-5 minggu.

- Gunakan Botol Plastik akan Membahayakan Kesehatan Air minum kemasan yang banyak dipilih masyarakat tanpa disadari ternyata mengandung ribuan mikroba yang mungkin berbahaya untuk kesehatan. Dalam air kemasan sebenarnya sudah ada sekitar 100 ribu mikroba yang tertidur terlebih lagi dengan kemasan yang menggunakan bahan plastik. Namun tidak perlu khawatir. Dengan menghilangkan kebiasaan yang bisa membuat mikroba bertambah dapat mengatasi kekhawatiran yang ada.
Menghindari air kemasan dari paparan matahari salah satu caranya. Mikroba yang sudah ada dalam kemasan itu ibaratnya tertidur dan saat terpapar matahari atau berada pada suhu 50-55 derajat celcius dapat membangunkannya. Mikroba dapat terus berkembang menjadi banyak maka itu perlu cermat menyimpannya.
Paparan matahari dapat mengoksidasi bahan plastik kemasan tersebut dan jika mikroba di dalamnya merupakan bakteri patogen, bisa berbahaya. Sikap cermat dan teliti masyarakat tetap perlu ditingkatkan untuk mengurangi dampak negatifnya. Selain air kemasan, botol plastik sebaiknya hanya digunakan sekali setelahnya dihancurkan agar tidak terjadi pengisian berulang-ulang. Satu kali saja untuk penggunaan botol plastik karena itu memang diperuntukan sekali pakai. Kemudian hancurkan bisa dengan meremasnya.

- Lebih Baik Biarkan Makanan Jadi Dingin Baru Masukkan ke Kulkas Makanan sehat bukan hanya ditentukan saat memilih bahan masakan atau mengolahnya. Tetapi juga cara penyimpanannya. Cara penyimpanan memengaruhi nutrisi yang terkandung di dalamnya.
Kebanyakan orang menganggap suhu panas makanan akan membuat lemari es mudah rusak. Tidak sedikit pula yang percaya makanan panas yang disimpan di lemari es tidak aman untuk dikonsumsi. Faktanya, menyimpan makanan panas di lemari es tidak akan membahayakan kesehatan anda jika mengonsumsi makanan tersebut. Dalam waktu dua jam saja, bakteri dapat mengontaminasi makanan. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menyimpannya di lemari es sesegera mungkin terutama makanan seperti produk susu, daging dan telur.
Makanan tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti wanita hamil, anak-anak dan lansia memiliki risiko keracunan makanan yang tinggi. Itu sebabnya, anda harus berhati-hati betul dalam hal menyimpan makanan di dalam lemari es. Yang penting untuk diingat adalah jaga makanan tetap panas hingga 60 derajat celsius atau mendinginkannya di lemari es dengan suhu 4 derajat celsius.
Jika memiliki makanan dalam jumlah banyak seperti sup di dalam panci, makanan tersebut cenderung tidak dapat dingin di bagian tengah. Hal itu akan mengakibatkan bakteri mudah berkembangbiak. Untuk itu, disarankan untuk memasukkannya ke dalam tempat khusus dengan penutup sebelum disimpan di dalam lemari es. Tidak seperti panci, tempat khusus tersebut mudah dingin. Tips lainnya adalah menjaga agar lemari es tidak terlalu penuh agar sirkulasi udara dingin dapat berjalan dengan baik.

- Teflon Dapat Memicu Kanker Teflon adalah merk dagang dari suatu bahan kimia buatan manusia yang disebut polytetrafluoroethylene (PTFE) dan telah digunakan secara komersial sejak tahun 1940-an. Bahan ini digunakan dalam berbagai perangkat karena bersifat sangat stabil dan memiliki permukaan antigesek. Bahan ini juga dikenal sebagai permukaan antilengket seperti pada wajan dan peralatan masak lainnya. Bahan kimia lain buatan manusia adalah Perfluorooctanic acid (PFOA) yang juga dikenal dengan C8. Zat ini digunakan dalam proses pembuatan teflon yang kemudian mengalami pembakaran selama proses pembuatan dan tidak lagi ditemukan dalam produk akhir teflon.
Teflon tidak dicurigai sebagai faktor pemicu kanker. Yang sering menjadi topik perdebatan adalah zat PFOA yang memiliki risiko kesehatan karena dapat berada di lingkungan dan di dalam tubuh manusia dalam waktu lama. Studi menunjukkan bahwa zat ini terkandung dalam jumlah sangat sedikit di dalam darah hampir semua orang di Amerika Serikat. Kadar yang lebih tinggi ditemukan dalam darah penduduk yang tinggal di sekitar sumber air yang terkontaminasi PFOA.
Paparan PFOA terjadi melalui kontaminasi makanan, air minum dan debu rumah tangga terutama pada daerah yang tinggal di dekat pabrik kimia dalam proses industri. Sementara itu, alat masak antilengket bukan merupakan salah satu sumber yang signifikan. Namun studi yang dilakukan pada hewan percobaan menunjukkan bahwa paparan PFOA meningkatkan risiko tumor liver, testis, kelenjar payudara dan pankreas. Sedangkan masalah kesehatan yang dapat timbul dari penggunaan teflon adalah kemungkinan paparan asap yang berbahaya dari wajan yang terlalu panas. Misalnya wajan kosong yang dibiarkan di atas kompor yang menyala atau penggunaan wajan yang terkena panas nonstop. Asap ini dapat menyebabkan gejala seperti flu pada manusia yang dikenal dengan polymer fume fever dan bisa berakibat fatal bagi hewan seperti burung.

- Tambahkan Minyak dalam Pasta Saat merebus pasta, biasanya anda akan menambahkan minyak dalam air rebusan agar pasta tidak lengket. Namun hal ini tidaklah bermanfaat. Menambahkan minyak dalam air rebusan ini tidak akan membuat pasta jadi tidak lengket. Jika menambahkan minyak saat merebus pasta, yang terjadi anda hanya akan menghabiskan banyak minyak dan membuangnya sia-sia dalam air rebusan.
Sebaiknya ketika merebus pasta, cukup tambahkan saja garam ke dalamnya untuk membuat pasta jadi lebih gurih. Agar tidak lengket dan cepat kering, tambahkan sedikit minyak goreng atau olive oil setelah pasta direbus dan ditiriskan. Lalu aduk sampai minyak ini merata ke semua bagian. Namun hal ini hanya perlu dilakukan jika anda ingin menyimpan pasta. Cara ini dapat membuat pasta yang ingin anda simpan setelah dimasak, menjadi tidak lengket dan menempel karena kelembabannya terjaga.
Tapi jika ingin dimakan langsung tidak perlu pasta yang sedang ditiriskan tak perlu ditambahkan minyak karena saat panas pasta tidak menempel.

Memasak itu memang gampang gampang susah. Tidak semuanya memang harus sesuai dengan teori, anda perlu memperbanyak praktik agar dapat menyajikan makanan yang enak. Anda pun perlu memahami mitos atau tidak seperti daftar di atas.
(wk/)