Buni Yani membantah dengan tegas telah mengedit video penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
- Tim WowKeren
- Senin, 07 November 2016 - 15:13 WIB
WowKeren - Penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menjadi polemik di kalangan masyarakat. Seperti diketahui kasus yang menjerat Gubernur DKI Jakarta non aktif ini berawal dari sebuah video yang diunggah oleh Buni Yani. Melalui akun media sosialnya, ia memposting video saat Ahok mengutip surat Al Quran dalam salah satu videonya.
Terkait postingan itu, beberapa pihak menduga jika Buni Yani telah mengedit videonya. Apalagi, pihak Ahok menyebut jika pengajar di Perguruan Tinggi itu telah memfitnahnya. Tak terima dengan tudingan itu, Buni Yani segera membantahnya.
"Saya bersaksi demi Allah dunia akhirat tidak mengubah apa-apa dalam video tersebut sama sekali," ujar Buni Yani. "Apa yang dituduhkan pihak sana mengada-ada."
Ia mengaku hanya mengunggah video itu dengan dilengkapi pertanyaan mengenai penistaan agama. "Saya kan di sini bilangnya pakai tanda tanya, penistaan terhadap agama, saya sendiri sebetulnya tidak yakin," imbuhnya.
Sementara itu, baru-baru ini Buni Yani mengakui jika dirinya memang salah transkrip. Ia menyebut jika Ahok bukan mengatakan "dibohongi Surat Al Maidah", namun "dibohongi pakai Surat Al Maidah".
Terkait kesalahan itu pengacara Buni Yani akhirnya angkat bicara. "Persoalan intisari pakai atau tidak pakai, tidak ada persoalan hukum di dalamnya. Karena setiap orang berhak menyatakan pendapat," ujar Aldwin.
Sementara itu, Senin (7/11), Ahok telah mendatangi Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus ini. Kabarnya, Buni Yani bisa jadi juga akan dipanggil untuk memberikan keterangan.
(wk/)