Akui Pilih Dipenjara, Ahok Tegas Tak Akan Mundur dari Pilkada DKI
Nasional

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan jika ada pihak-pihak yang mendorongnya untuk mundur dari Pilkada DKI 2017.

WowKeren - Penistaan agama yang menimpanya membuat posisi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok serba sulit. Apalagi, kasus itu membuat cagub DKI ini sampai dilaporkan ke polisi dan didemo oleh ribuan anggota ormas islam.

Tidak hanya itu, Ahok mengakui jika ada pihak-pihak tertentu yang mendorongnya untuk mundur dari pemilihan. Pasalnya, kasus yang menimpa Gubernur DKI non aktif ini dinilai membuat suasana tidak kondusif.

Menanggapi permintaan itu, Ahok dengan tegas telah menolak. Ia mengaku pilih dinyatakan sebagai tersangka dan dipenjara daripada harus mundur. "Saya sudah bilang. Kalau suruh saya mundur, saya lebih baik ditangkap dan dipenjara," ujar Ahok.

Menurut Ahok, pihak yang mendorongnya untuk mundur mengatakan jika demo akan terus dilakukan jika dirinya tetap maju di Pilkada DKI 2017. Bahkan juga bisa berdampak pada Presiden Joko Widodo. Meski begitu, Ahok enggan mengungkap siapa yang ia maksudkan.


"Jadi Presiden bisa diturunkan, ini bisa jadi tidak terkendali Jakarta ini. Orang akan datangi masa terus menerus berhari-hari, semakin kacau," imbuhnya.

Ahok sendiri menganggap jika ada pihak-pihak tertentu yang takut ia kembali terpilih menjadi gubernur. Bahkan ia dan pasangannya cawagub Djarot juga pernah ditolak warga saat akan berkampanye.

"Jadi kalau saya mundur artinya apa? Lama-lama saya jadi mikir, ini cuma ujung-ujungnya cuma takut Ahok jadi gubernur lagi. Takut amat sih gue jadi gubernur?" pungkas Ahok.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait