Mantan Presiden SBY mengungkap pendapatnya soal cara pemerintah menangani kasus Ahok.
- Tim WowKeren
- Senin, 28 November 2016 - 15:55 WIB
WowKeren - Kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah mencuri perhatian belakangan ini. Tidak terkecuali Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam sebuah tulisan SBY yang beredar baru-baru ini, sang mantan presiden ini mengatakan jika situasi politik yang panas seperti sekarang ini sebenarnya bisa dicegah. Namun, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terlambat memberikan respon.
"Ketika akhirnya Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjanjikan bahwa kasus Pak Ahok itu akan diselesaikan secara hukum, boleh dikata ucapan kedua pemimpin puncak yang saya nilai tepat dan benar itu terlambat datangnya," tulis SBY.
Menurut SBY hal tersebut menimbulkan rasa ketidakpercayaan rakyat pada pemerintahan. Ia juga berharap agar pendekatan yang bijak dan komunikasi yang tepat bisa kembali terjalin dengan masyarakat luas.
SBY berpendapat jika isu yang berkembang belakangan ini sebenarnya bukan isu minoritas melawan mayoritas. Para pengunjuk rasa dalam demo beberapa waktu lalu juga tidak mengangkat tentang etnis. Ayah Agus Yudhoyono ini menjelaskan jika isu semacam ini menjadi perhatian saat masa pemerintahannya dulu.
"Karenanya, jangan justru dipanas-panasi, dimanipulasi dan dibawa ke arah medan konflik baru yang amat berbahaya itu. Mencegah terjadinya konflik horizontal baik di Jakarta maupun di wilayah yang lain juga merupakan prioritas," imbuhnya. "Dulu ketika saya mengemban tugas sebagai Menko Polhukam dan kemudian Presiden Republik Indonesia, isu-isu demokrasi, kebebasan serta perlindungan dan pemajuan hak-hak asasi manusia selalu menjadi perhatian kita."
Lebih lanjut, SBY mengimbau agar publik membiarkan penegak hukum untuk bekerja secara adil dan profesional. "Biarlah para penegak hukum bekerja secara profesional, adil dan obyektif. Jangan ada pihak yang mengintervensi dan menekan-nekan. Biarlah hukum bicara apakah Pak Ahok terbukti bersalah atau tidak. Begitu pemahaman saya terhadap rule of law," pungkasnya.
Seperti diketahui penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang menuai kontroversi dan membuat situasi memanas. Bahkan kasus itu sempat memicu demo pada 4 November lalu.
(wk/)