Pihak Istana angkat bicara terkait pengangkatan kembali Setya Novanto sebagai Ketua DPR.
- Tim WowKeren
- Kamis, 01 Desember 2016 - 09:58 WIB
WowKeren - Pengangkatan kembali Setya Novanto sebagai Ketua DPR tengah menjadi topik pembicaraan hangat. Pasalnya, politikus partai Golkar itu memang sempat mundur usai tersandung kasus "papa minta saham". Lalu, bagaimana tanggapan Istana terkait pengangkatan Setya Novanto ini?
Dalam pernyataannya baru-baru ini, juru bicara kepresidenan, Johan Budi mengatakan jika DPR dan kepresidenan memiliki domain yang berbeda. Oleh karenanya, presiden tidak ikut campur dalam urusan DPR.
"Dalam sistem presidensial, di mana presiden adalah eksekutif dan DPR adalah legislatif, domain kekuasannya itu terpisah, berbeda. Kalau urusan ketua DPR, itu domainnya ada di DPR dan parpol, presiden dalam konteks ini sama sekali tidak ikut campur ya, terserah DPR dan parpol yang bersangkutan," terangnya.
Johan Budi menuturkan, meski"papa minta saham" sempat membuat Presiden meradang saat itu, kini kasus tersebut telah usai. "Proses itu dulu kan sudah selesai, artinya domain itu ada di sana (DPR), presiden secara sistem tata negara tidak bisa mempengaruhi apa yang menjadi domain DPR dan parpol, jadi presiden tidak ikut campur," imbuhnya.
Sementara saat ditanya mengenai "cacat etis" dalam pengangkatan Setya Novanto, Johan Budi sekali lagi mengatakan jika itu bukan urusan Istana. "Nggak, nggak, sekali lagi ini domainnya DPR. Presiden tidak dalam kapasitas untuk mempengaruhi, intervensi, atau mengomentari, jadi presiden sepenuhnya menyerahkan semua itu ke DPR dan parpol, ya silakan saja kalau itu jadi keputusannya," pungkasnya.
Setya Novanto sendiri telah diangkat kembali menjadi Ketua DPR, Rabu (30/11). Usai pelantikan ia sempat membuat komitmen untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan memperkuat kepresidenan.
(wk/)