Habib Rizieq Ungkap Fakta Penganiayaan Laskar FPI di Bandung
Nasional

Penjelasan versi Habib Rizieq mengenai insiden penganiayaan laskar FPI bisa disimak di bawah ini.

WowKeren - Tragedi penganiayaan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Bandung usai pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat 12 Januari lalu banyak diberitakan dalam berbagai versi. Namun Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi dalam insiden tersebut.

"Pada sekitar jam 4 sore selesai saya diperiksa, sebelum meninggalkan Polda Jabar, para penyidik menyampaikan terima kasih. Mereka punya permintaan untuk menyampaikan kepada umat Islam bahwa saya diperlakukan dengan baik," jelas Rizieq saat audiensi dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Januari. "Kemudian permintaan mereka bagaimana saya bisa mengajak masyarakat pulang dengan tertib. Kami saling berterima kasih dan saya meninggalkan ruang pemeriksaan."

Rizieq menyanggupi permintaan para penyidik itu dan menyampaikannya di hadapan massa pendukungnya. Tidak lama kemudian, Rizieq bersama rombongan makan di rumah makan Ampera. "Kami sendiri yang di Ampera tidak tahu, ternyata GMBI sedang melakukan sweeping. Tentu ini harus ditangani lagi. Setelah selesai makan, kami meninggalkan Ampera, ternyata kelompok ini masih sweeping," ujar Rizieq. Rizieq mengatakan kelompok GMBI mengetahui keberadaan Rizieq dan rombongan di rumah makan Ampera. Bahkan ada anggota laskar FPI yang dikeroyok karena tertinggal dari rombongan. "Entah siapa mereka dapat informasi, mereka datang ke Ampera. Rombongan kami meninggalkan 2-3 menit sebelum mereka datang, tetapi ada mobil laskar yang tertinggal, ada laskar yang dikeroyok. Tangannya patah dan kemarin baru dioperasi, kami juga punya rekaman," lanjut Rizieq.


Rizieq meyakini sweeping yang dilakukan GMBI adalah fakta. Menurutnya, sweeping itu dilakukan di depan polisi. "Lalu saya perintahkan untuk selamatkan laskar yang terluka. Sweeping yang mereka lakukan fakta, penganiayaan yang mereka lakukan fakta. Semua dilakukan di depan polisi," imbuhnya.

Oleh karena itu, Rizieq melaporkan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan selaku pembina GMBI ke Mabes Polri. Komisi III DPR nantinya akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk dimintai klarifikasi. "Tanggal 31 Januari ada rapat kerja Komisi III DPR dengan Kapolri, masalah yang dibicarakan FPI hari ini akan dipertanyakan dalam rapat tersebut," ujar Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!