Tertahan Akibat Dugaan Penyelundupan Senjata di Sudan, Pasukan RI Disabotase?
Nasional

Ini yang menyebabkan Asril Hamzah Tanjung curiga adanya sabotase dalam kasus penyelundupan senjata Pasukan RI di Sudan.

WowKeren - Kabar tertahannya pasukan perdamaian RI di Sudan mengejutkan banyak pihak. Pasukan Garuda Bhayangkara II FPU VIII ini tertahan dan tidak bisa pulang lantaran dituding terlibat dalam penyeludupan senjata.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Hamzah Tanjung baru-baru ini mengatakan jika ia menduga adanya upaya sabotase dalam kasus itu. Pasalnya, kebanyakan senjata yang ada adalah AK-47.

"Mungkin ada sabotase, mungkin ada yang ingin mempermalukan kita. Atau ada yang ingin menumpang perahu ke hilir," ujarnya. "Kalau saya lihat senjatanya, itu yang banyak AK-47. Itu bukan buatan kita. Berarti itu bukan senjata kita."


Asril menjelaskan jika senjata milik pasukan RI telah dimasukkan ke kontainer sebelumnya. Bahkan petugas PBB telah melakukan pemeriksaan. "Di Bandara kami tidak boleh pegang senjata karena mau naik pesawat. Paling diperiksa lagi ransel kami, barang-barang kami, ga ada kita bawa senjata lagi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Asril juga mengungkap jika Pasukan RI telah menyelesaikan tugasnya di Sudan dengan performa yang luar biasa. "Bukan hanya istimewa, tapi outstanding, artinya di atas rata-rata," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Polri sendiri kabarnya telah mengirimkan perwakilan ke Sudan. Mereka akan menginvestigasi kasus ini termasuk berbicara dengan aparat terkait.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait