Ini pembelaan Uus soal postingannya di Instagram termasuk saat ia membahas tentang Habib Rizieq.
- Tim WowKeren
- Senin, 30 Januari 2017 - 12:54 WIB
WowKeren - Uus sempat menuliskan pesan curhat tentang istrinya, Kartika. Dalam curhatan tersebut, Uus menyebut "aib" Kartika dan perubahannya setelah dikaruniai Eichiro.
"Hamil di luar nikah bukan image yang bagus untuk seorang public figure. Tapi kalau itu bisa membuat satu orang perempuan percaya kalau dia disayang, apa boleh buat," tulis Uus. "Kartika ngobat karena dia ga percaya ada laki-laki yang bisa nerima siapa dia. Pas Eichiro lahir, dia cuma bisa bilang 'Makasih ayah, aku temenin ayah sampe mati boleh ya?'"
Sayangnya, postingan tersebut langsung membuat Uus kembali dihujat. "Efek pingin bgt di bilang pahlawan.. Lelaki yg nerima bini nya yg penuh aib (pdhl selama ini ga ad yg ngomongin aib bininya kecuali dia sendiri)," sindir netter. "Aib istri di umbar. Itu namanya bkn sharing. Pake bahasa alay pula.. Ksian istri ny," seru yang lainnya.
Sadar kalau kembali dibully, Uus langsung angkat bicara. Ia menyangkal sengaja mencari sensasi dari setiap postingannya. Termasuk ketika ia bercanda soal Ulama Besar FPI, Habib Rizieq.
"Kalo ada yang bilang gue nyari sensasi. Maap. Gue bukan selebritis. Masalah yang gua hadepin bukan skandal perselingkuhan artis, atau pacar-pacaran yang settingan. Masalah ini muncul karena gue simply "berpendapat". Semua yang ngata-ngatain gue, istri, anak dan keluarga gue, bukan orang yang ga beragama kok tapi mungkin kurang bisa nerima variabel kebaikan yang ga keliatan di mata mereka," ujar Uus. "Lo bilang gue ngelawak aja jangan ikut2an. Nah yang komen nyerang apakah kalian pengangguran? Kalian juga punya kerjaan kan? Tapi kalian peduli kan? Maaf sebelumnya. Artis ya artis bukan nabi."
Namun, netter kembali menceramahi Uus. "Dear @uus__ "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau hendaklah diam" (HR. al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah)," ujar netizen. "Gua rasa sih lu bukan berpendapat, tapi lebih mencela," kata yang lainnya.
(wk/)