Duga Percakapannya dengan Ketua MUI Disadap, SBY: Itu Kejahatan
Nasional

SBY memberikan penjelasan terkait percakapan dengan Ketua MUI yang dipermasalahkan pihak Ahok.

WowKeren - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikait-kaitkan dengan kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam persidangan baru-baru ini, pengacara Ahok sempat bertanya pada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'aruf Amin tentang percakapannya dengan Mantan Presiden RI itu.

Bahkan, pihak kuasa hukum Ahok sempat mengatakan jika mereka memiliki bukti percakapan itu. Menanggapi hal tersebut, SBY akhirnya buka suara. SBY mengatakan jika ia memang sempat diperingatkan mengenai penyadapan dan menganggap jika itu adalah hal yang ilegal.

"Berangkat dari pernyataan pihak Pak Ahok yang memegang bukti atau transkrip atau apa pun yang menyangkut antara percakapan saya dan Pak Ma'ruf, saya nilai itu adalah sebuah kejahatan karena itu adalah penyadapan ilegal," ujar SBY.


Dalam kesempatan itu, SBY juga meminta agar keadilan ditegakkan dan menegaskan jika dirinya berada dipihak penegak hukum. Namun, ia juga sempat berbicara kemungkinan seandainya penyadapan itu justru dilakukan oleh aparat pemerintah. "Kalau ternyata yang menyadap institusi negara, maka bola ada di Bapak Jokowi," imbuhnya.

Lebih lanjut, SBY menjelaskan jika dirinya memang sempat berbicara dengan Ketua MUI pada 7 Oktober 2016. Namun percakapan saat itu hanya membahas pertemuan pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi dengan beberapa pengurus PBNU dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus penistaan agama yang menjerat Ahok.

"Tidak ada kaitan dengan kasus Pak Ahok, dengan tugas MUI, dengan tugas mengeluarkan fatwa," terang SBY. "Mereka (pengurus PBNU) yang lengkap mengira saya ikut. Saya bilang, tidak mungkin, Agus sudah mandiri, nanti dibilang di bawah bayang-bayang ayahnya."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!