Seperti apa tanggapan netter soal postingan Ibas 'wahai rakyatku' yang menuai kehebohan di Twitter?
- Tim WowKeren
- Rabu, 15 Februari 2017 - 07:54 WIB
WowKeren - Selasa (14/2), Antasari Azhar membuat pernyataan mengejutkan terkait keterlibatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang menjeratnya. Tidak tanggung-tanggung, mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menduga jika SBY menjadi inisiator untuk mengkriminalisasi dirinya, termasuk untuk membuat bukti palsu seperti sms misterius yang kini diperkarakan.
"Perkaranya, dia (SBY) minta Antasari segera diproses. Bisa saja perintah segera ini, dengan membuat SMS itu kan?" ujar Antasari. "Tapi bukan SBY yang buat SMS, bukan. Tapi inisiator untuk saya jadi dikriminalisasi itu, dari situ."
Tudingan Antasari itu tak pelak membuat SBY meradang. Melalui akun Twitternya, ia menyebut jika ini merupakan fitnah yang kejam. Reaksi keras juga ditunjukkan oleh putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Melalui akun Twitternya, Ibas menyebutkan jika tudingan ini adalah fitnah yang "kampungan" dan "tidak berkelas". Tidak hanya itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terhasut begitu saja.
"Kampungan, Sangat tidak berkelas Fitnah Keji Antasari kepada @SBYudhoyono. Busuk! Sangat terbaca segala motif penzoliman ini #AAGateFitnah," tulis Ibas. "Wahai Rakyatku & Saudara"ku. Janganlah kita larut dlm Demokrasi yg Menyesatkan (Fitnah). Masih bnyk cara yg lebih Ksatria menuju satu tujuan."
Namun, postingan Ibas tersebut justru ditanggapi lain oleh netter di media sosial. Sebagian dari mereka tampaknya tidak terima disebut "rakyatku" dan menuliskan berbagai komentar menyindir adik Agus Yudhoyono ini.
"@Edhie_Baskoro saya bukan rakyatmu, anda siapa di negara ini? Anda hadapi saja tuduhan thdp anda dgn sikap satria," tulis netter. "@Edhie_Baskoro nyuwun sewu mas ibas, posisi eksekutif yang mas sedang jabat apa ya sehingga menyebut "rakyatku"?," imbuh lainnya.
Sementara itu, SBY sendiri kabarnya telah melaporkan tudingan Antasari itu ke polisi. Pasalnya, ia merasa nama baiknya telah dicemarkan dan didiskreditkan.
(wk/)