Viral, Spanduk 'Tolak Salatkan Jenazah Pembela Penista Agama' Tuai Kontroversi
Nasional

Begini tanggapan sejumlah pakar terkait spanduk kontroversial 'Tolak Salatkan Jenazah Pembela Penista Agama'.

WowKeren - Belakangan ini netter di media sosial ramai membicarakan spanduk yang terpasang di Masjid Al-Jihad, Jakarta Selatan. Dalam postingan yang beredar tampak spanduk itu memuat tulisan "Masjid Ini Tidak Mensalatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama" dan "Penista Al-Quran, Perusak Persatuan Bangsa".

Postingan itu sontak menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Banyak yang mengecam pemasangan spanduk tersebut, namun tidak sedikit yang menyetujuinya.

Menanggapi spanduk tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi angkat bicara. Ia menerangkan jika mengurus jenazah termasuk memandikan, mengkafani, mensalatkan, hingga menguburkan, bagi umat islam hukumnya fardu kifayah.

"Artinya, jika tidak ada seorang pun yang melaksanakannya, semua orang yang mukim atau bertempat tinggal di daerah tersebut berdosa," ujar Zainut dilansir dari Detik. Ia juga mengimbau agar umat islam tidak melampaui batas.


"Sabda Nabi ini menunjukkan betapa tidak bolehnya memvonis keyakinan dan kepercayaan orang lain sepanjang orang tersebut masih memperlihatkan keislamannya," imbuh Zainut.

Hal senada juga diungkap oleh Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra. Ia menyebutkan jika perilaku tersebut tidak bisa dibenarkan. "Saya kira substansinya tidak bisa digunakan karena di dalam ajaran mengenai keimanan akidah, itu tidak menyangkut hal yang sangat fundamental," ujarnya.

Menurut Azyumardi, setiap umat muslim memiliki kewajiban untuk mensalatkan jenazah sesama muslim dan itu tidak ada hubungannya dengan pandangan politik.

"Jadi orang islam itu selama dia masih percaya pada kalimat syahadat maka harus wajib disalatkan. Kalau saat berpolitik mendukung si ini atau si itu, saya kira tidak boleh melarang menjalankan salat jenazah," imbuhnya. "Kalau tidak mensalatkan, orang Islam yang lain berdosa. Spanduk itu nggak bener, nggak tahu ajaran tauhid, nggak tahu ajaran akidah."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait