'Pemain Lama', Kapolri Akui Pernah Menangkap Pelaku Bom Bandung
Nasional

Pelaku bom panci Bandung disebut-sebut berafiliasi dengan jariangan teroris ini...

WowKeren - Pihak kepolisian telah mengungkap identitas dari pelaku bom panci di Bandung, Senin (27/2). Tersangka diketahui bernama Yayat Cahdiyat (YC), pria kelahiran Purwakarta 24 Juni 1975, yang beralamat di Kampung Cukanggenteng, Pasirjambu, Kabupaten Bandung.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian baru-baru ini mengungkap jika YC pernah ditangkap karena keterkaitannya dengan terorisme. Menurut pelaku adalah pemain lama dan masuk dalam peta jaringan teroris kepolisian.

"Dia pernah ikut latihan teroris di Aceh Janto pada 2011. Dalam penangkapan itu ada 70 orang ditangkap, termasuk dia. Waktu itu saya yang pimpin operasinya," ujar Tito. "Pelaku tercatat dalam Jamaah Ansharud Daulah Bandung, yang berafiliasi ke Aman Abdurahman. Pelaku ini pernah dihukum tiga tahun penjara."

Tito mengungkap dalam aksinya di kantor kelurahan Arjuna, Bandung pagi tadi, pelaku sempat berteriak meminta polisi membebaskan terpidana teroris lainnya. "Kita kan memang punya puluhan tahanan teroris di Mako Brimob Kepala Dua, ada yang masih diperiksa, diadili, itu minta dibebaskan, saya pikir itu hanya eksistensi saja," imbuhnya.


Pihak kepolisian sendiri sempat berusaha bernegosiasi, namun karena tidak bisa, aparat terpaksa melumpuhkan pelaku. Dalam baku tempat yang terjadi YC terkena peluru dibagian depan tubuhnya. Ia tewas saat tengah dilarikan ke rumah sakit.

Dari pelaku, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk bahan peledak. "Dari pelaku polisi mengamankan sangkur dan bahan peledak di tubuhnya. Pelaku tewas dalam perjalanan ke rumah sakit," terang Tito.

Sementara itu, Kepala Bagian penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan ada dugaan jika pelaku bom panci lebih dari satu orang. Kabarnya selain YC, ada satu pelaku lainnya yang meninggalkan lokasi dengan menggunakan sepeda motor.

"Informasi sementara ada beberapa yang mengatakan dua orang tapi kami masih dalami lagi kesaksian ini. Apakah benar dua orang," ujar Martinus.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait