Berbahaya, Mendikbud Larang Siswa Lakukan 'Skip Challenge'
Nasional

Berikut bahaya 'Skip Challenge' yang membuat Mendikbud Muhadjir Effendy melarang permainan menantang maut ini.

WowKeren - Akhir-akhir ini netizen dihebohkan dengan sebuah tantangan yang ramai dilakukan di berbagai media sosial. Tantangan tersebut dikenal sebagai "Skip Challenge" atau "Pass Out Challenge". Tantangan yang kerap dilakukan oleh anak-anak sekolah itu langsung menuai protes keras dari para netizen.

Tantangan ini dinilai sangat berbahaya bagi kesehatan yang dapat mengancam nyawa seseorang. Pasalnya permainan menantang maut itu dilakukan dengan cara menekan dada teman sekeras-kerasnya selama beberapa waktu sehingga menyebabkan anak tersebut kejang bahkan pingsan. Bahkan seorang bocah Amerika diberitakan meninggal usai mencoba permainan maut itu.

Mengenai hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun meminta para remaja mengurungkan niatnya jika ingin melakukan "Skip Challenge". Menurutnya, tantangan ini sudah beredar sejak tahun lalu di beberapa negara seperti Amerika. Namun baru kali ini ramai dibicarakan di Tanah Air.


"Kalau saya melihat video yang beredar di media sosial, menurut saya ('Skip Challenge') termasuk jenis permainan yang membahayakan kesehatan bahkan jiwa," kata Muhadjir dilansir dari Kompas, Jumat (10/3). "Saya melihat permainan tersebut hanya bersifat temporal sesuai perkembangan jiwa remaja yang suka coba-coba untuk mendapatkan pengalaman sensasional."

Muhadjir pun meminta agar pihak sekolah lebih aktif untuk mengantisipasi merebaknya aksi "Skip Challenge" di lingkungan sekolah. "Saya mengimbau agar sekolah-sekolah khususnya guru bidang kesiswaan mencegah maraknya permainan 'Skip Challenge'."

Biasanya orang yang menjadi target "Skip Challenge" akan terjatuh lemas dan kehilangan kesadaran lalu kembali sadarkan diri beberapa saat kemudian. Namun dokter mengatakan bahwa hal itu dapat berakibat fatal jika target kekurangan oksigen di otak selama lebih dari 4 menit. Hal itu bahkan dapat menyebabkan rusaknya jaringan otak atau saraf pusat.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait