Begini tanggapan Djarot saat mendapat sorakan dan penolakan di acara haul Soeharto.
- Tim WowKeren
- Senin, 13 Maret 2017 - 07:26 WIB
WowKeren - Kehebohan sempat terjadi di acara haul Presiden kedua RI Soeharto dan peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) di Masjid At Tin pada Sabtu (11/3) malam. Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mendapat sorakan bahkan penolakan dari warga yang menghalanginya masuk ke lokasi.
Djarot pun sempat bingung ketika ada pihak yang menghalanginya masuk ke dalam lokasi acara tersebut. Pasalnya, ia memiliki undangan VIP atas namanya dan sang istri. Tujuannya hadir juga hanya untuk menghormati pihak keluarga Soeharto yang mengundangnya di acara shalawat dan zikir nasional untuk negeri tersebut.
Mengenai hal itu, Djarot pun memberikan tanggapannya. "Memang kita berhadapan oleh saudara kita yang masih belum paham. Biar aja enggak apa-apa, (padahal) yang undang gitu lho enggak ribut, kok malah orang lain yang ribut. Itu kan aneh" kata Djarot, Sabtu (11/3).
Saat berhasil masuk ke dalam masjid, Djarot pun bercerita bahwa dia dihampiri oleh Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Titiek lantas berterima kasih karena dia telah hadir memenuhi undangan. Titiek juga meminta maaf atas kericuhan yang sempat terjadi sebelum dia memasuki masjid.
"Yang undang itu enggak nolak dan malah terima kasih. Malah minta maaf, 'Pak Djarot maaf ada gangguan'. Tidak apa-apa," kata Djarot saat menjelaskan percakapannya dengan Titiek. "Saya menghormati Presiden Soeharto, saya menghormati keluarga besar Pak Harto, maka diundang kami datang. Apalagi tujuannya baik."
(wk/)