Daripada Dijual Murah, Perusahaan Tas Mewah Pilih Bakar Barang Tak Laku?
SerbaSerbi

Benarkan merek fashion tas mewah ini membakar barang-barang yang tak laku dijual?

WowKeren - Para wanita tentu sudah tak asing lagi dengan Louis Vuitton, Chanel, Hermes dan sederet merek ternama lain. Namun tak ada yang menyangka jika perusahaan fashion ternama itu lebih memilih membakar barang-barang yang tak laku.

Dilansir dari Scoopwhoop, rupanya Louis Vuitton harus rela membakar produk-produknya yang tak laku di pasaran. Padahal, ada banyak orang baik wanita maupun pria yang harus rela menabung hingga berbulan-bulan untuk memiliki salah satu tas atau dompet merek tersebut.

Hal itu memang sulit untuk dipercaya. Tak sedikit pula yang mungkin akan terkejut jika mendengarnya. Daripada membakar, bukankah lebih baik diberi harga diskon? Atau disumbangkan dalam acara amal bahkan mungkin masih bisa didaur ulang.


Sayangnya, langkah itu tak akan mungkin LV lakukan. LV tak ingin tas-tas mewah itu dijual dengan harga murah. LV juga tak mau barang-barang tak laku itu terus dipajang di pasaran dalam jumlah banyak karena akan mengurangi nilai eksklusivitas. Karena itulah LV harus membakaarnya.

Selain itu, LV juga harus mengikuti peraturan "duty drawback" atau penarikan bea masuk yang ada di Amerika dan beberapa negara lain. Sebelum dihancurkan, biasanya barang itu akan dijual dengan harga diskon khusus untuk karyawan. Sayangnya, pihak LV belum mengonfirmasi mengenai hal tersebut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!