Begini komentar Djarot menanggapi komitmen GP Ansor untuk menangkal radikalisme agama dan menegakkan Pancasila.
- Tim WowKeren
- Selasa, 04 April 2017 - 15:12 WIB
WowKeren - Demi mengawal Pancasila sebagai dasar negara, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta, Abdul Aziz, mengatakan siap mati. Meski menyambut baik komitmen GP Ansor, namun calon wakil gubernur nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat, tak sepakat dengan sikap itu. "Terima kasih atas komitmennya tapi saya enggak setuju kalau Ansor dan Banser siap mati untuk kawal NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan Pancasila, siap hidup aja. Kalau mati siapa yang ngawal," kelakar Djarot saat bertemu pengurus GP Ansor di Kantor Pusat GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat 7 April 2017.
Pernyataan tegas pemuda Ansor membuat Djarot teringat pada pesan mantan Ketua PBNU, almarhum Hasyim Muzadi. Semasa hidupnya, Hasyim Muzadi pernah menyebut bahwa Indonesia menghadapi dua ancaman selain korupsi. "Satu narkoba, kedua terorisme radikalisme," kata Djarot. Mantan wali kota Blitar itu mengaku bertambah semangat dengan komitmen Abdul Aziz dalam menolak kelompok radikal.
GP Ansor DKI Jakarta diketahui membuka posko di 47 kelurahan yang dianggap rawan intimidasi dan radikalisme. Posko itu bertujuan mewujudkan Pilkada DKI yang damai karena sejauh ini Pilkada DKI sudah diwarnai isu-isu agama. Djarot mengatakan bahwa dengan pengawalan GP Ansor tersebut, situasi masyarakat menjadi tenang dan damai.
Djarot juga mengapresiasi inisiatif dari anggota GP Ansor yang mau bersikap saat di lapangan marak isu melarang menyolatkan jenazah bagi pemilih pemimpin non-Muslim. "Saya kemarin sangat berterima kasih sahabat Ansor dan Banser inisiatif melayani solati jenazah, ada pengaduan bagi yang tidak ada mau menyolati. Tapi lakukan itu dengan cara sejuk dan santun," ujar Djarot.
(wk/)