Pihak AS mengklaim jika pemerintah Suriah telah mendapat peringatan keras atas penggunaan senjata kimia.
- Tim WowKeren
- Selasa, 11 April 2017 - 13:30 WIB
WowKeren - Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke Suriah sejak beberapa waktu lalu. Mereka menembakkan rudal ke pangkalan udara sebagai balasan atas serangan senjata kimia yang diduga dilakukan oleh rezim al-Assad ke provinsi Idlib sebelumnya.
Serangan rudal AS tersebut langsung menuai pro kontra dari publik internasional. Ada sejumlah negara yang memberikan dukungannya, namun tidak sedikit yang mengecam.
AS sendiri tampaknya tidak gentar dengan kontroversi yang terjadi. Baru-baru ini, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis justru mengungkap jika serangan rudal tomahawk AS telah menghancurkan setidaknya 20 persen atau seperlima pesawat tempur Suriah.
"AS tak akan diam saja melihat Assad membunuh rakyatnya dengan senjata kimia yang dilarang oleh dunia internasional," ujar Mattis. "Pemerintah Suriah kini telah mendapat peringatan keras agar tidak menggunakan lagi senjata kimia."
Seperti diketahui AS menembakkan sekitar 60 rudal tomahawk pada Jumat (7/4). Aksi ini langsung menuai kecaman dari Rusia, Iran dan Korea Utara. Mereka bahkan mendesak adanya rapat PBB untuk membahas masalah ini.
(wk/)