Inilah 3 kebijakan pemerintahan Jokowi yang disebut tidak berpihak terhadap rakyat kecil termasuk kaum buruh.
- Tim WowKeren
- Selasa, 25 April 2017 - 10:55 WIB
WowKeren - May Day atau Hari Buruh akan kembali disambut tepat 1 Mei. Dalam rangka memperingati Hari Buruh tahun ini, ratusan buruh berencana akan kembali turun ke jalan, Senin, 1 Mei 2017, untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, memberikan keterangan resmi menyambut Hari Buruh. "Pemerintahan Jokowi yang katanya pro terhadap orang kecil, fakta nya kebijakan yang diambil tidak berpihak pada orang kecil termasuk buruh," kata Said Iqbal, Sabtu, 22 April 2017.
Menurutnya, ada tiga kebijakan jokowi yang tidak pro terhadap buruh. Pertama, Menetapkan Peraturan Pemerintah No 78/ 2015 yang membatasi kenaikan upah. Kedua, Mengeluarkan kebijakan pemagangan berkedok pendidikan, dimana orang yang bekerja hanya dikasih uang saku. Ketiga, Menetapkan PP no 45/2015 yakni nominal iuran dan besaran manfaat jaminan pensiun yang sangat kecil.
Di tahun 2017 ini, setengah juta buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan turun ke jalan. Selain di Jakarta, aksi buruh serentak akan digelar di berbagai Provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara , Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan sebagainya.
Tema besar yang akan diangkat KSPI dan buruh Indonesia dalam aksi May Day tahun ini adalah HOSJATUM. HOS singkatan dari Hapuskan Outsourcing dan Pemagangan, JA adalah Jaminan Sosial, Sedangkan TUM adalah Tolak Upah Murah.
(wk/)