Ruben Onsu menjelaskan alasannya meminta rincian uang bulanan anak pasca perceraian.
- Rabu, 10 Juni 2026 - 15:02 WIB
WowKeren - Presenter Ruben Onsu baru-baru ini menjelaskan alasan di balik permintaannya untuk mendapatkan rincian dari uang bulanan yang diberikan untuk anak-anaknya, yang jumlahnya mencapai lebih dari Rp 200 juta setiap bulan setelah bercerai dari Sarwendah. Menurut Ruben, permintaan ini bukan karena ketidakpercayaan, melainkan untuk antisipasi jika kelak anak-anaknya menanyakan penggunaan uang tersebut di masa depan.
"Gue berhak untuk nanya 'ini apa, ada rincian segini, mana rinciannya?'" ujar Ruben saat tampil di acara Brownis. Ia menambahkan, "Dengan tujuan, sekarang kita sudah sendiri-sendiri, sehingga nanti kalau suatu saat anak gue bertanya, 'ayah enggak pernah gini?' Enggak kok, ayah ada ini (buktinya). Maksudnya begitu," jelasnya.
Ruben menegaskan bahwa ia hanya ingin memastikan pemanfaatan uang bulanan yang selama ini diberikan. Namun, setiap kali ia meminta rincian tersebut, Ruben mengaku sering mendapatkan respons yang kurang menyenangkan. "Setiap habis tanya sesuatu, ribut," ujar Ruben, menambahkan, "Giliran gue akhirnya kepancing, langsung (nuding) 'gue pemarah, gue emosional.' Lo maunya gimana sih? Ruben harus diem? Ruben harusnya enggak ngapa-ngapain?"
Ketegangan hubungan antara Ruben dan Sarwendah kembali mencuat dan menjadi sorotan publik setelah keduanya terlihat saling sindir di media sosial. Ruben merasa bingung karena keputusannya untuk diam justru membuatnya semakin jauh dari anak-anaknya. "Kok lama-lama gue lihatin seperti sosok ayah yang 'dulu lo ayah gue, sekarang enggak,'" tuturnya dengan suara bergetar. Ia menambahkan, "Itu yang gue rasa."
Ruben mengungkapkan bahwa apa yang ia inginkan sebenarnya sangat sederhana, yaitu waktu untuk bertemu anak-anaknya sesuai perjanjian yang telah ditetapkan saat perceraian. "Kalau memang mau ini bisa semuanya selesai, cuma satu doang pertanyaannya, itu doang 'anak.' Udah tok, enggak usah melebar-lebar," tegasnya, menekankan bahwa fokusnya hanya pada kesejahteraan anak.
(wk/timw)