Sandiaga Uno menjelaskan penerapan taaruf jomblo yang ingin diadakannya di RPTPA.
- Tim WowKeren
- Senin, 08 Mei 2017 - 12:22 WIB
WowKeren - Sandiaga Uno beberapa waktu lalu mengungkap rencananya untuk mengadakan Taaruf Jomblo sebagai bagian dari program Kartu Jakarta Jomblo (KJJ). Acara tersebut akan dilaksanakan di ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA).
Gagasan tersebut rupanya menuai sindiran dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Menurutnya acara taaruf masal itu tidak sesuai dengan fungsi RPTPA. "Haduh, suruh belajar dulu lah fungsinya RPTRA itu apa," ujar Djarot.
Sedangkan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) justru tampak acuh dengan ide tersebut. "Bebas saja, lah. Setelah terpilih dia bebas menentukan apapun. Yang jelas, selama kami masih menjabat, kami hanya akan lakukan sesuai visi dan misi," terang Ahok.
Menanggapi sindiran dari Djarot tersebut, Sandiaga membela diri. Ia menjelaskan jika acara taaruf masal yang akan dilakukannya bisa dibalut dengan seni. Tidak hanya itu, menurutnya kegiatan itu akan mendorong gaya hidup sehat di DKI.
"Salah satu fungsi RPTRA itu seni, ada juga untuk olahraga. Jadi mungkin bisa dibalut dalam kegiatan seni," jelas Sandi. "Bentuknya akan dibalut dalam kegiatan seni dan mengedepankan gaya hidup sehat dan kita jadi banyak sekali networking-nya."
Sementara itu, Sandiaga sendiri mengatakan jika KJJ nantinya merupakan bagian dari program unggulan mereka OKE OCE. Anies-Sandi berniat untuk mendorong para jomblo untuk melakukan kegiatan bermanfaat dan memiliki usaha.
(wk/)