Ini alasan sebenarnya Dahlan Iskan membeli mobil listrik AS, Tesla senilai Rp 4 M.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 13 Mei 2017 - 09:32 WIB
WowKeren - Dahlan Iskan kini menyandang status tersangka dalam kasus pengadaan mobil listrik. Namun ditengah kasus hukum yang menjeratnya itu, Mantan Dirut PT PLN ini justru membeli mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla dengan nilai mencapai Rp 4 miliar.
Dahlan mengaku jika ia terpaksa membeli mobil Tesla tersebut untuk memberikan bukti. Ia ingin menunjukkan jika mobil listrik ada di luar negeri dan bisa diterima oleh pecinta otomotif.
"Dulu kan ada yang bilang dalam proses perkara saya, mobil listrik yang dipromotori Pak Dahlan adalah omong kosong, mobil listrik itu tidak ada. Kan sudah jadi, pernah menaiki, sudah dibikin. Dulu ada Mobil Hijau, lalu Tucuxi meski nabrak, lalu ada Selo. Ah, itu hanya main-main saja. Terpaksa saya beli Tesla dari Amerika ini," ujar Dahlan.
Dalam kesempatan itu, Dahlan mengatakan jika mobil listrik sudah sangat berkembang di dunia. Bahkan bisa terjual 700 unit dalam satu tahun. Mobil yang dibeli oleh Dahlan tersebut kemudian ia pamerkan di halaman Graha Pena, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (12/5) "Saya beli Tesla bukan karena ingin punya Tesla, tapi untuk membuktikan saja bahwa mobil listrik itu di luar negeri sudah begitu berkembang dan majunya dan diterima masyarakat. Buktinya, 1 tahun sudah menjual 700 ribu unit. Sekarang dibanding mobil bensin, kalah jauh karena Ford saja bisa produksi 7 juta dalam setahun. Tetapi bahwa ini sudah bisa diterima pasar terbukti kapitalisasi pasar Tesla sudah lebih tinggi dari kapitalisasi mobil Ford," imbuhnya.
Dahlan sendiri mengakui saat mengembangkan mobil listrik sebelumnya ia tidak menjelaskan maksud dan tujuan dengan baik. Kini setelah empat tahun yang memproduksi mobil listrik, Dahlan mengatakan jika Indonesia telah tertinggal jauh.
"Sekarang kita kehilangan waktu 4 tahun. Karena, seandainya waktu saya bicara kemudian mendapat dukungan dari masyarakat, kita sudah 4 tahun lebih dari sekarang," terang Dahlan. "Mungkin saya yang salah karena kurang pandai menjelaskan, mungkin orang ada yang curiga saya ini akan bisnis mobil listrik. Itu saya menyesal sekali kenapa tidak saya jelaskan sejak awal bahwa perkiraan orang begitu. Saya hanya ingin menggerakkan saja agar Indonesia memproduksi mobil listrik. Yang memproduksi terserah, yang jelas bukan saya. Kenapa bukan saya, karena saya tidak punya background bisnis mobil. Ini harus punya background mobil, tetapi masalahnya yang punya background mobil sudah tertambat pada mobil BBM sehingga harus ada dobrakan dari luar yang tidak terkait dengan mobil BBM."
Lebih lanjut, saat ditanya apakah pembelian Tesla ini terkait dengan kasus mobil listrik yang menjeratnya, Dahlan justru memberikan jawaban menggantung. Meski begitu ia mengakui tidak akan berhenti mengembangkan mobil listrik.
"Dibilang ada kaitannya juga silakan, tidak juga silakan, karena saya tidak pernah berhenti meski ada perkara ini. Saya tidak pernah berhenti mengembangkan mobil listrik. Karena, setelah Selo, kita lagi membidani mobil listrik ketiga. Jadi Selo adalah generasi kedua setelah Tucuxi. Sekarang lagi dikembangkan generasi ketiga yang tentu lebih maju lagi, jenisnya masih penumpang," pungkasnya.
(wk/)