Bocah Aceh Berhasil Temukan Energi Listrik dari Pohon Kedondong, Inilah yang Dilakukan Jonan
Nasional

Karena temuannya, Jonan mengundang bocah Aceh ini ke Jakarta dan berbincang bersama.

WowKeren - Siapa sangka, ternyata pohon kedondong bisa menghasilkan listrik. Naufal Raziq, bocah asal Aceh berusia 15 tahun yang menemukan itu. Ia berhasil membuat listrik dari pohon kedondong sejak 2 tahun lalu saat masih berusia 13 tahun.

Dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah, Naufal mengetahui buah-buahan seperti mangga, belimbing, asam jawa bisa menghasilkan arus listrik karena punya kandungan asam. Di bangku SD, Naufal pernah melakukan percobaan.

Dia memasukkan lempeng tembaga dan logam ke dalam kentang, ada arus listrik yang muncul. Dari sinilah inspirasi awal Naufal. Kemudian tercetus ide untuk mencobanya pada pohon. Seperti halnya buah, pohon juga mengandung asam. Pengagum BJ Habibie dan Thomas Alfa Edison ini lalu mencobanya pada sejumlah pohon seperti pohon mangga, pohon belimbing hingga akhirnya pohon kedondong.

"Masing-masing pohon ada keunggulannya. Saya pakai kedondong pagar karena memiliki batang yang besar, mudah tumbuhnya, jika kita buka kulitnya tidak busuk, bisa recover," kata Naufal saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta.

Dia menjelaskan, untuk memproduksi listrik dari pohon kedondong hanya dibutuhkan tembaga, logam, dan kain atau tisu. Kain atau tisu dipakai untuk melapisi tembaga dan logam. Pohon dilubangi, lalu tembaga dan logam yang sudah berlapis kain/tisu dimasukkan ke lubang tersebut.

Fungsi kain/tisu adalah untuk menyerap asam dari pohon, lalu menghantarkannya ke tembaga dan logam. Dari situ lah timbul arus listrik. "Untuk pembuatan energinya, terutama kita butuh tembaga sama logam untuk mengubah asam menjadi listrik. Sebelum dimasukkan ke pohon, kita lapis tembaga dan logam dengan tisu dan kain, fungsinya untuk menyerap asam. Kita lipat jadi satu, dipasang ke pohon," paparnya.


Tiap lubang di pohon kedondong dapat menghasilkan arus listrik sebesar 1 Volt. Setiap pohon kedondong bisa dibuat 4 lubang dan menghasilkan 4 Volt. Maka listrik dari 4 pohon kedondong bisa menyalakan 1 lampu.

"Satu lubang itu 1 Volt. Jadi kalau kita mau tambah listriknya tinggal tambah lubang dan pohonnya. Satu pohon ada 4 lubang. 4 pohon bisa untuk 1 lampu," Naufal menerangkan.

Penemuan Naufal ini telah diaplikasikan untuk menerangi puluhan rumah di Desa Tampur Paloh, Langsa, Aceh. "Biaya yang dibutuhkan untuk menyalakan 2 lampu (dari listrik pohon kedondong) itu Rp 1,2 juta. Sekarang ini saya dibina oleh Pertamina, jadi semua itu Pertamina yang tanggung. Masyarakat tinggal sediakan pohon saja," tutupnya.

Naufal Raziq pun diajak ketemu langsung dengan Jonan di kantornya, hari ini. Usai pertemuan yang berlangsung sekira satu jam ini, Naufal mendapat hadiah kenang-kenangan berupa topi loreng berwarna abu dan biru dari Jonan. "Sebenarnya banyak barang yang ditawarkan, tapi saya pilih hadiahnya topi. Ini lebih enak untuk saya pakai," tutur Naufal.

Naufal mengatakan, Menteri ESDM berpesan bahwa hasil temuan ini harus terus dikembangkan lebih lanjut. Kemudian, dia juga berpesan supaya hasil energi listrik dari pohon kedondong ini kemudian digunakan dalam skala besar. "Jadi saya juga berharap sekarang hasil ini untuk yang tidak mampu, insya Allah ke depan bisa menghidupkan rumah tangga," ujarnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait