Kekayaannya kini mencapai Rp 289,8 triliun, Ma berada di peringkat ketujuh sebagai orang terkaya sedunia di bidang teknologi.
- Tim WowKeren
- Rabu, 24 Mei 2017 - 14:47 WIB
WowKeren - Pendiri e-commerce Alibaba, Jack Ma pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di China pada tahun 2014. Dengan kekayaannya yang kini mencapai Rp 289,8 triliun, Ma berada di peringkat ketujuh sebagai orang terkaya sedunia di bidang teknologi versi majalah Forbes.
Kesuksesan yang diraih Ma sekarang adalah buah dari kerja keras yang dia lakukan selama bertahun-tahun. Ma tidak dilahirkan dari keluarga yang kaya. Dia juga bukan orang yang memiliki prestasi menonjol di sekolah. Malah dia sempat gagal ujian masuk SD 2 kali, SMP 3 kali dan pernah ditolak Universitas Harvard 10 kali.
Bahkan setelah lulus dari bangku kuliah, Ma tak kunjung mendapatkan pekerjaan. Dia pernah mengikuti tes jadi polisi namun akhirnya gagal. Dia juga pernah melamar di KFC tapi lagi-lagi dia mendapat penolakan.
Namun kegagalan demi kegagalan yang dia alami tak membuatnya menyerah begitu saja. Jack Ma sukses membalikkan nasibnya. Berikut 8 poin rahasia yang bisa kamu tiru dari Jack Ma:
Terbiasa dengan Penolakan
Jack Ma tidak pernah takut gagal. Baginya kegagalan adalah jika kamu nggak mau mencoba lagi untuk bangkit saat terjatuh dalam membangun bisnis. Bagi Ma, kunci kesuksesan adalah bertahan dan belajar dari kegagalan.
Setelah lulus kuliah, Ma pernah melamar pekerjaan di sejumlah instansi perusahaan. 30 Kali dia melamar, 30 kali pula dia ditolak. "Ketika aku melamar di KFC, ada 24 orang yang melamar kerja di sana. Mereka menerima 23 orang. Akulah satu-satunya orang yang gagal diterima waktu itu," kenangnya.
Menurut Ma, penolakan adalah sesuatu yang wajar. Itu artinya orang itu memang belum benar-benar bagus. Orang sukses hanyalah mereka yang mampu belajar dari seluruh kesusahan dan hambatan bisnisnya.
Jagalah Mimpi-Mimpimu
Ma pernah mengatakan bahwa salah satu kunci kesuksesan Alibaba adalah berani bermimpi dan menjaga mimpi itu agar nggak padam. Karena kelak pada suatu hari nanti, mimpi tersebut bisa menjadi kenyataan. Ma juga berpunya mimpi jika suatu saat nanti Alibaba akan mengalahkan Walmart sebagai retailer terbesar di dunia.
Mengetahui apa yang ingin dicapai dan mengejar kesuksesan merupakan salah satu kunci kehebatan bisnis Ma. Sehingga kamu akan terinspirasi untuk bekerja keras. Selain memiliki visi yang jelas, menjadi pebisnis menurut Ma juga harus gigih dan tangguh.
Fokus pada Kultur
Jack Ma selalu menekankan kepada para karyawannya bahwa Alibaba didirikan untuk membantu dan memudahkan banyak orang, bukan sekadar untuk meraup keuntungan semata. Dengan adanya toko online, seseorang tidak perlu repot-repot pergi ke pasar untuk mencari barang yang diinginkan. Itulah misi yang dibawa Alibaba.
Hidup sederhana meski sudah jadi kaya. Itulah kunci sukses orang Tionghoa ala Jack Ma. Dia nggak pernah diberitakan berfoya-foya. Ketimbang memamerkan kekayaan, dia memilih bersikap layaknya orang biasa saja. Uang diolah ke dalam usaha atau investasi, bukan dibelanjakan semena-mena.
Jangan Mencari Musuh
Salah satu aspek paling unik dari filosofi bisnis Ma adalah gagasan menciptakan kompetisi yang ramah. Ma tidak melihat pesaing bisnisnya sebagai musuh tapi sebagai teman di mana dia bisa belajar dan menantangnya mengeluarkan potensi terbaik.
Saat Jack Ma mengusulkan Alipay, ide itu sempat mendapatkan berbagai cibiran dan dianggap gila. Namun Ma tak bergeming. Dia berhasil membuktikan bahwa ucapan mereka salah. Alipay kini menjadi metode pembayaran online terbesar di Tiongkok dengan lebih dari 800 juta pengguna.
Punya Inspirasi
Ma mengaku sering mendapat inspirasi ketika menonton film. Dia juga tak memungkiri kemampuannya berpidato saat ini didapatkannya dari melihat adegan di film. Salah satu film kesukaannya adalah Forrest Gump.
Kamu bisa mencontohnya. Nggak hanya meniru dengan menyukai karakter film. Namun bisa meniru banyak karakter orang-orang di sekitar yang sukses dan berbuat baik ke banyak orang.
Fokus
Jack Ma mengakui bahwa dirinya kerap mendapatkan banyak ide, masukan dan saran dari berbagai pihak. Bahkan dalam sehari, dia mendapatkan sekitar 5 ribu ide.
Namun sebagai seorang CEO, Ma tidak segan-segan mengatakan "tidak" dan tetap fokus pada tujuan awal perusahaan yaitu memudahkan hajat hidup orang banyak.
Branding itu Penting
Nama Alibaba dipilih Ma karena menurutnya banyak orang familiar dengan nama tersebut. Nama Alibaba juga mudah dilafalkan dan diingat oleh orang.
"Aku turun ke jalan untuk bertanya kepada sekitar 20 orang dan mereka semua tahu nama Alibaba. Aku kemudian memutuskan menggunakan nama tersebut," kata Jack Ma.
Pelanggan Nomor Satu
Di perusahaan miliknya, Jack Ma punya prioritas yang tidak bisa diganggu gugat. Pelanggan nomor satu, kedua karyawan dan terakhir adalah pemegang saham. Skala prioritas itu dibuat Ma bukan tanpa alasan.
"Ketika krisis melanda, para pemegang saham Alibaba pada kabur begitu saja sementara para pelanggan dan pegawai tetap setia di sisi kami," kata dia.
Banyak hal bisa dipetik dari kegigihan seorang Jack Ma hingga dia menjadi orang terkaya kedua di Tiongkok. Nggak banyak yang mampu bertahan namun nggak ada salahnya juga memiliki tekad sebaja Ma.
(wk/)