Benarkah pihak Lyra Virna ditelantarkan oleh pihak agen travel?
- Tim WowKeren
- Sabtu, 27 Mei 2017 - 07:53 WIB
WowKeren - Unggahan Lyra Virna di media sosial miliknya tentang salah satu agen travel haji diduga mencemarkan nama baik agen travel haji beserta pemiliknya, Lasti Annisa. Dari situ, pihak Lasti Annisa merasa tidak terima dan melaporkan Lyra Virna ke polisi pada tanggal 19 Mei 2017.
Namun Lyra justru merespon laporan itu dengan balik melaporkan Lasti dengan tudingan melakukan pelanggaran etik. Istri Fadlan Muhammad itu merasa kecewa karena selama ini mereka dibuat seolah-olah telah membatalkan perjanjian dan mengejar-ngejar untuk diberangkatkan haji.
Tak ingin rumor semakin berkembang, Lasti pun akhirnya angkat bicara. Wanita yang menjabat sebagai direktur travel haji itu menilai bahwa laporan yang dilayangkan Lyra dan Fadlan salah alamat.
"Kan mereka (Lyra Virna) laporkan keterkaitan dengan UU ITE, yang dimana menurut mereka klien kami ini (Lasti) salah dalam berbicara," ujar Krisna Murti selaku kuasa hukum Lasti saat ditemui WowKeren di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/5). "Di sini kami membantahnya."
Menurut Lasti, pembayaran Lyra dilakukan secara mencicil. Namun dengan alasan keluarga, ia meminta kepada pihak travel untuk membatalkan rencana umrahnya. Pembatalan tersebut diakui Lasti lantaran Lyra tidak ingin pergi tanpa didampingi Fadlan.
"Lyra pembayarannya itu nyicil, bertahap. Jd pertama dia bayar USD 9000, kemudian dia bayar Rp 101.175.000, jadi bayarnya bertahap. Dan setelah pembayaran ini dia belum lunas terus di tengah jalan di-cancel karena urusan keluarga," lanjut Lasti. "Dia kirim email, dia membatalkan karena ada urusan keluarga. Jadi dia sendiri yang meng-cancel, jadi dengan adanya berita di medsos orang menganggap dia ditipu tidak diberangkatkan padahal dia membatalkan."
"Dia bilang karena mahromnya tidak ikut. Terus saya bilang kenapa tidak ayahnya saja yang sebagai mahromnya, dia bilang tidak bisa," tambah Lasti. "Jadi dia batal karena mahromnya tidak ada. Saya tidak tahu alasan lain."
Di sisi lain, Lasti membantah jika dirinya pernah menyebut Lyra lumpuh. Lasti pun merasa sudah memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik untuk para jamaahnya, termasuk Lyra dan Fadlan.
"Dia tidak pernah tidak diberikan fasilitas yang baik. Jadi saat itu dia berangkat 3-4 tahun lalu sama mas Fadly. Mas fadly sendiri tahu bagaimana kita merawat dia," terang Lasti. "Saya enggak pernah mengatakan bahwa Lyra lumpuh saat umrah seperti yang dikatakan Kalina Oktarani."
"Saya hanya cerita ke Kalina bahwa Lyra umrah dan dia sakit, lalu dia pakai kursi roda karena dia lemas. Jadi dia mau dibawa ke RS pemerintah, tapi Fadly bawa ke RS swasta atas permintaan sendiri," lanjut Lasti. "Mas Fadly sendiri sudah 5x ikut umrah, dia berangkat tiap tahun. Bisa dicek, waktu itu umroh dan dubia."
(wk/)