Hadapi Banyak Konflik Dalam Hubungan, 7 Hal yang Bisa Kamu Ambil Berkaca pada 'Critical Eleven'
SerbaSerbi

Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini mengajarkan 7 hal berikut dalam hubungan dengan pasangan.

WowKeren - "Critical Eleven" sukses menjadi trending topik belakangan ini. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini disukai karena mengajarkan beberapa hal dalam hubungan dengan pasangan. Nggak kaget bila memasuki hari ke-19, "Critical Eleven" telah ditonton 892 ribu penonton.

Disukai sejak dalam bentuk novel, karya Ika Natassa ini makin difavoritkan ketika diperankan oleh Adinia Wirasti sebagai Anya dan Reza Rahadian sebagai Ale. Nggak cuma suka filmnya saja tapi juga banyak hal dipetik dari kisah cinta pasangan modern ini. Berikut 7 hal yang bisa kamu ambil dari Critical Eleven:

Nggak Ada Cinta yang Sempurna

Seganteng atau secantik apa pasanganmu, percayalah bahwa nggak ada cinta yang sempurna. Apalagi hubungan. Entah itu masih pacaran atau sudah suami-istri.

Dalam novel, Ale dan Anya sudah 6 bulan nggak bicara dengan satu sama lain. Anya yang masih sakit hati dan Ale yang belum juga berani maju duluan membuat perang dingin di antara keduanya semakin hari semakin runyam.

Memang kalau sedang bertengkar, apalagi dengan suami, rasanya kesal melulu. Tapi di sisi lain, nggak mudah serta merta menghilangkan rasa sayang kepada pasangan meskipun bawaannya marah terus kalau bertemu.

Belajar Untuk Mulai dan Bicara Duluan

Ada saatnya ketika pasangan bertengkar, salah satu pihak harus mengalahkan egonya dan mulai bicara duluan. Betul?

Di cerita novel, Ale lebih banyak memulai. Dari menyapa Anya setiap pagi, masih membuatkan kopi, menawarkan jemputan hingga pada suatu ketika dia memberanikan diri untuk memeluk Anya. Ale mengingatkan untuk nggak menyerah dan terus berusaha meskipun berulang kali usaha berbuah masam.

Ngobrol dengan Teman dan Keluarga Mungkin Membantu

Ada yang bilang bahwa masalah dengan pasangan sebaiknya hanya diketahui mereka berdua saja. Nggak perlu adanya pihak luar karena dianggap bisa meluberkan masalah.

Dari kisah Anya dan Ale, orangtua, saudara hingga teman-teman mereka sama sekali nggak mengetahui kalau mereka telah pisah kamar selama berbulan-bulan. Alhasil, bukan hanya Ale yang dibuat frustrasi karena kahabisan ide untuk meluluhkan hati Anya, Anya pun ikutan terus tenggelam dalam kesedihan.

Tapi akhirnya baik Ale dan Anya mulai terbuka dengan orang-orang di sekitar mereka. Ale bercerita ke ayah dan Anya ke teman-temannya. Hasilnya? Ale semakin bersemangat untuk mendapatkan maaf dan Anya mendapatkan keberanian untuk mulai memaafkan Ale.

Pasangan Bisa Saja Berbuat Salah


Menerima seseorang menjadi bagian dari hidupmu bukan berarti dia bersih dari dosa. Meski telah menerima pasanganmu apa adanya, kamu pun mesti mau menerima dia dengan segala kelakuannya.

Sama seperti Anya yang selama ini hanya fokus kepada perkataan Ale yang menyakiti hatinya mulai membuka diri. Dia mulai menerima kenyataan dan berdamai dengan logika bahwa tiap manusia pernah saling menyakiti.

Begitu pula orang yang dia cintai dan terima lamarannya 5 tahun yang lalu. Anya, perlahan sekali namun pasti, membuka hatinya untuk memaafkan segala kekurangan Ale, juga kesalahannya yang telah menyakitinya selama 6 bulan belakangan.

Kesabaran Berlapang-Lapang

Bila hanya memikirkan diri sendiri bisa jadi ketika ada konflik, perpecahan hubungan terjadi. Mungkin emosi bisa diredam dan kamu mengutarakan minta maaf. Namun hubungan tetap saja nggak bisa dijalin lagi.

Teruslah bersabar dan meminta maaf ketika ada waktu. Seperti yang dilakukan Ale. Dia mencoba berbesar hati untuk selalu meminta maaf pada Anya. Dia tahu bahwa hubungan itu harus diselamatkan dengan adanya kesabaran.

Memaafkan adalah Kunci

Apa kamu nggak terganggu dengan hubungan yang "ngambang"? Apalagi bila hal itu terjadi pada kamu dan pasanganmu. Kamu makin nggak enak rasa ketika dia terus menerus minta maaf.

Apa salahnya bila kamu memberikan maaf padanya. Dengan begitu kamu nggak merasa bersalah dan permasalahan selesai. Dengan memaafkan, tentu saja nggak menyelesaikan konflik. Jangan lupa perbincangkan langkah selanjutnya agar hubungan terus terjaga.

Ingat Komitmen

Komitmen hidup bersama nggak hanya diucapkan di awal janji pernikahan saja. Tapi juga berusaha dijaga ketika praktek rumah tangga.

Komitmen bersama pasangan bisa dilihat dari bagaimana keduanya menjalani hubungan. Susah senang dirasakan bersama.

Itulah ke-7 hal yang bisa dipetik dari film "Critical Eleven". Meski berkisah hubungan suami-istri namun ada beberapa hal yang bisa kamu aplikasikan ke pacar juga kok.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait