Inilah yang bisa kamu lakukan ketika masih merantau di bulan puasa sehingg nggak bisa merasakan masakan ibu ketika buka dan sahur.
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Mei 2017 - 15:50 WIB
WowKeren - Puasa kali ini kamu berada jauh dari orangtua dan keluarga. Hal itu membuatmu harus menyiapkan menu buka dan sahur. Belum lagi ke tarawih ke masjid.
Namun berkeluh kesah bukan hal yang bisa menyelamatkan kamu dari kondisi itu, bukan? Kamu semestinya bangkit dan tersenyum. Berikut cara menikmati rasanya jauh dari masakan ibu ketika ramadan:
Selalu Ada Pelajaran Berharga dalam Setiap Kejadian
Meski Ramadan kali ini diliputi kerinduan dan suasana yang berbeda dari biasanya, tetap saja harus dijalani dengan sebaik-baiknya. Tidak lupa untuk melihat dengan mata yang benderang bahwa ada banyak pelajaran yang Tuhan selipkan dalam kerinduan itu.
Jadi, bagi kamu yang sedang berada pada situasi merantau kali pertama, temukan satu hal yang merupakan titik balik dari keputusanmu untuk merantau. Ingat-ingat kembali alasan utamamu meninggalkan kampung halaman. Salurkan energi kerinduanmu untuk meningkatkan kualitas pekerjaan yang sedang kamu lakukan di tanah perantauan itu.
Jangan Berhenti Belajar
Tuhan janjikan kemuliaan bagi orang yang mau belajar. Menjalani Ramadhan jauh dari keluarga pun bisa menjadi sebuah setting proses belajar yang berharga.
Menjalani Ramadhan di tempat yang berbeda dari kampung halaman tentu juga akan memberikan nuansa yang berbeda. Salah satunya adalah soal tradisi. Pelajari apa yang dilakukan ketika merantau. Misalnya ada tradisi nyadran atau ada megengan ketika kamu rantau di Jawa Timur.
Jadi Kreatif dan Mudah Bersyukur
Salah satu hal yang menjadi masalah ketika berada di daerah yang baru adalah soal makanan. Namun Indonesia sungguh kaya dengan sumber daya alam termasuk bahan makanan. Hal ini bisa menjadi tambahan pengetahuan kuliner, bukan?
Mungkin di daerah tempat tinggal, ikan menjadi bahan makanan utama bagi masyarakat. Di tempatmu yang baru, ikan menjadi barang yang mahal sedang sayur mayur murah. Situasi itu membuat kamu harus belajar lebih kreatif lagi untuk mengolah bahan makanan.
Kerinduan pada Keluarga adalah Pembelajaran
Jauh dari keluarga akan memaksa kamu secara positif untuk berpikir bahwa keluarga adalah hal paling berharga dalam hidup. Hal itu yang kerap menjadi pedoman bagi siapapun yang memilih merantau.
Dengan rindu, kamu akan paham makna pertemuan. Misalnya lebaran nanti kamu memiliki waktu untuk bersama. Kamu nggak bakal meninggalkan pertemuan-pertemuan manis bersama anggota keluarga. Meski diantara mereka akan ada yang tanya, "kapan nikah?"
Ramadan adalah momentum yang Tuhan karuniakan kepada manusia untuk meningkatkan kualitas diri dengan meraih tujuan utama berpuasa. Nggak apalah jauh dari keluarga. Toh nanti juga bakal bertemu.
(wk/)