Ini judul video Habib Rizieq yang diduga berisi ujaran kebencian dan mengancam keselamatan umat Hindu.
- Tim WowKeren
- Jumat, 09 Juni 2017 - 12:13 WIB
WowKeren - Habib Rizieq belakangan tengah terjerat kasus dugaan percakapan pornografi dengan Firza Husein. Namun, belum selesai perkara tersebut pimpinan Front Pembela Islam (FPI) sudah tertimpa polemik lainnya.
Baru-baru ini, sejumlah pengacara dan tokoh masyarakat melaporkan Habib Rizieq ke Polda Bali. Ia dinilai menyebarkan ujaran kebencian dan mengancam keselamatan umat Hindu di Indonesia seperti yang terekam dalam video yang beredar di YouTube berjudul "Sikap Imam Besar FPI terhadap ISIS".
Menanggapi hal tersebut, Kapitra Ampera, pengacara Habib Rizieq buka suara. Menurutnya ada motif politis di balik pelaporan kliennya tersebut.
"Ini sengaja untuk dimunculkan supaya tumbuh. Tapi ini menguatkan jelas ini peristiwa politis. Kalau masalah yuridis sudah ada platform dan standarnya. Kalau sudah ada politis, ini bisa ditarik ke mana-mana, tergantung kepentingan dan pengelolaannya. Kalau sudah begitu, kepastian hukum pasti hilang," ujarnya dilansir dari Detik.
Tidak hanya itu, Kapitra juga mengatakan jika pelaporan itu janggal lantaran peristiwanya telah terjadi sejak tiga tahun lalu. "Ya kelihatan semua dibudidayakan ya, sehingga menjadi tumbuh subur. Laporan-laporan itu yang tiga tahun yang lalu, lokasinya pun tidak disebutkan di mana. Jadi semua itu, negara itu kayak nggak ada pagar hukumnya lagi. Pidana itu harus ada peristiwa tempat dan waktu pidananya. Mana bisa kalau kita dilaporkan ke Bali," imbuhnya.
Meski begitu, pengacara itu tidak menepis terkait ujaran kebencian yang dituduhkan pada Habib Rizieq. Namun ia memastikan jika pentolan FPI itu tidak memiliki niat buruk, apalagi merendahkan dan menciptakan permusuhan dengan umat beragama lain.
"Saya pikir itu panjang, lebih baik didengarkan langsung. Jadi tampaknya konteksnya bukan seperti itu. Karena kan dia berkawan dengan banyak orang kan, bermacam-macam," jelas Kapitra. "Karena agama itu kan bagian dari keyakinan manusia, dan Islam juga nggak ada pemaksaan, apalagi mencaci maki agama orang."
(wk/)