Berikut ini hewan-hewan yang tetap setia menanti tuannya meski telah meninggal.
- Tim WowKeren
- Jumat, 09 Juni 2017 - 19:03 WIB
WowKeren - Memiliki hewan peliharaan kadang seakan sama seperti memiliki anak. Waktu, makanan dan ruang dibagi bersama mereka. Senang dan sedih pun diceritakan pada mereka yang nggak tahu hewan itu paham atau nggak. Namun ada penelitian hewan peliharaan akan memahami apa yang terjadi pada tuannya.
Kedekatan itu yang membuat hewan dan tuannya seakan sehati. Hal ini memicu kesedihan ketika si hewan tetap menunggu dan merasa sedih saat tuannya meninggal. Berikut kisah menyedihkan kala hewan menunggu tuannya meski telah tiada:
Fu Shi
Beberapa tahun yang lalu, seorang wanita tua dari Busan, Korea Selatan, mengadopsi seekor anjing liar kecil yang lucu dan dinamai Fu Shi. Keduanya hidup bahagia untuk sementara waktu, namun tragedi melanda tiga tahun lalu, saat wanita tua menderita pendarahan otak yang akhirnya menyebabkan demensia.
Dia harus dibawa ke panti jompo untuk berada di bawah perawatan khusus yang konstan dan anjing kecil itu mendapati dirinya sendirian lagi. Tapi dia tidak tahu bahwa wanita tua itu tidak akan pernah kembali, jadi dia menghabiskan tiga tahun terakhir menunggunya.
Tetangga mengatakan kepada wartawan bahwa setiap hari Fu Shi bisa terlihat menunggu pemiliknya di sudut gang ke rumah. Dia akan duduk di sana sepanjang hari, sampai malam tiba dan kemudian mundur ke rumah yang mereka tempati bersama. Tersentuh oleh kesetiaan hewan tersebut, salah satu tetangga menghubungi penyelamatan hewan dan menceritakan kisahnya yang menyentuh.
Anjing Milik John Gray
Tak cuma Hachiko, cerita tentang kesetiaan anjing sudah berulang kali terjadi. Satu di antaranya kisah anjing milik seorang polisi bernama John Gray di Skotlandia. Saat John meninggal pada 1958, dia dikebumikan di sebuah makam tanpa nisan di Greyfriar Kirk.
Meski demikian, anjing itu bisa menemukan makam sang majikan dan kemudian tinggal di sana hingga anjing itu mati pada 1972. Setahun kemudian warga setempat mendirikan sebuah patung batu untuk mengenang anjing setia itu.
Seekor Anjing di Malaysia
Pemilik akun Facebook, Leong Khai beberapa kali mengunggah foto dan video perilaku anjing yang diketahui berada di lokasi Kampong Air Jernih, Terengganu, Malaysia. Anjing ini milik salah satu warga Kampong Air Jernih. Sang pemiliknya telah menghembuskan napas terakhir dan meninggalkan sang anjing.
Saat pemakaman, sang tuan diantar warga ke tempat peristirahatan terakhir. Jarak antara rumah dan lokasi pemakaman sekitar tiga kilometer. Sang anjing tahu betul bahwa sang tuan berada di dalam mobil iring-iringan. Mengetahui hal tersebut sang anjing terlihat mengikuti iring-iringan mobil.
Anjing ini tampak berlari di belakang rombongan pengantar jenazah. Ia berlari hingga sepanjang tiga kilometer jauhnya. Tak berhenti di situ, sang anjing juga berdiri hingga di samping pusara tuannya. Ia menyaksikan proses pemakaman sang tuan. Anjing ini menunggu hingga proses selesai, seolah ia tak ingin pergi meninggalkan sang tuan.
Wiley
Seakan tak dapat menerima kenyataan, seekor anjing huskey bernama Wiley terus menangis sesenggukan di batu nisan makan tuannya. Ia sangat terpukul akan kematian nenek Gladys, majikan yang sangat menyayanginya. Kerabat dan keluarga nenek Gladys terus berusaha menenangkan Wiley agar tidak terus menangis.
Saat video anjing huskey yang menyayat hati ini diunggah ke laman youtube pertama kali, mendapat respon jutaan view dari para pengunjung dan ribuan komentar simpatik pun diberikan.
Tommy
Tanpa makan dan minum, anjing ini terus berada disamping makam tuannya. Mungkin ia menganggap sang majikan hanya sedang tertidur lelap. Anjing setia ini bernama Tommy milik Bhaskar Sri majikannya, seorang perantauan yang tewas akibat kecelakaan mobil.
Hati Tommy benar-benar hancur ia terus menangisi makam tuannya tanpa makan dan minum selama 15 hari. Beruntung, seorang pria bernama Dawn Williams yang juga anggota organisasi penyelamat hewan Blue Cross of India, menyadari kejanggalan ini.
Pertama ia melihat Tommy disamping gundukan tanah ia menganggap biasa saja, namun ketika 2 minggu kemudian lewat kembali ia masih saja melihat Tommy berada disana dan tubuhnya terlihat semakin kurus.
Tommy si Anjing Shepherd
Tommy, seekor anjing German Shepherd (di Indonesia dikenal dengan nama herder) selalu datang setiap hari ke gereja untuk mengenang majikannya yang telah meninggal. Sebab semasa hidup tuannya, Maria Margherita Lochi selalu rutin diajak untuk menemaninya beribadah ke gereja.
Namun gereja itu juga menjadi tempat peristirahatan terakhir Maria dan sebenarnya saat itu pulalah Tommy terakhir kali melihat Maria. Sejak ia meninggal Tommy yang tak bertuan ini selalu datang sendirian, Tommy menunggu dengan sabar dan dengan wajah yang sedih, entah sampai kapan ia akan terus menanti.
Beruntung, Pastur dan jemaat lainnya tak pernah merasa terganggu dengan kehadiran Tommy. Ia tak pernah berisik sedikit pun apalagi menggonggong. "Tommy selalu berada di sana setiap kali saya merayakan misa dan ia selalu berperilaku baik, tak pernah berisik," ujar Pastur Donata Panna, pengurus Gereja yang berada di Italia tersebut.
Hawkeye
Hawkeye seekor anjing jenis labrador retriever merasakan kesedihan yang teramat dalam. Ia menjatuhkan tubuhnya didepan peti jenazah sang majikan sambil nafasnya terengah-engah. Anjing labrador berwarna hitam ini milik Jon Tumilson, anggota militer US yang tewas karena tabrakan pesawat di Afghanistan.
Hawkeye terus berbaring didepan peti mayat majikannya dengan tatapan sedih. Teman-teman Jon berusaha memindahkan Hawkeye namun ia menolak sampai majikannya selesai dimakamkan.
Kisah mengharukan ini nggak hanya sekali bahkan berulang. Hal ini menandakan hewan peliharaan pun paham ikatan batin antara dirinya dan si tuan. Kehilangan bukan hal yang sulit untuk manusia. Hewan pun memahami itu.
(wk/)