Tak Kunjung Pulang, Habib Rizieq: Ini Bentuk Perlawanan Atas Kebatilan
Nasional

Habib Rizieq mengungkap alasan sebenarnya dirinya tak kunjung pulang dari Arab Saudi.

WowKeren - Habib Rizieq tak kunjung pulang ke Indonesia meski kini ia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan percakapan pornografi. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu diketahui masih berada di Arab Saudi.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Habib Rizieq mengatakan jika dirinya sengaja tak segera pulang lantaran ingin melawan kebatilan. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara tentang uji Shahih Alat Bukti kasus chat HRS di Hotel Balairung, Jakarta Timur, Jumat (16/6).

"Merupakan salah satu perlawanan cerdas. Jadi bentuk Kebatilan dan kemunkaran yang sangat efektif dan produktif. Agar masyakarat tidak mudah terjebak dan rekayasa penyesatan opini. Dan kebohongan dan karena itu segenap panitia penyelenggara. Dan segenap para peserta mudah-mudahan akan menjadi penyebab turunnya Rahmat dan barakah. Terima kasih kepada Prof Yusril dan memberikan kontribusi yang sangat produktif dan aspirasi," ujar Habib Rizieq.

Habib Rizieq sendiri menegaskan jika dirinya tidak melarikan tanggung jawab atau persoalan hukum. "Maka itu saya pernah bilang, saya ke tanah suci bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab hukum, tapi perlawanan terhadap kebatilan. Diselewengkannya hukum. Karena itu sekali lagi," imbuhnya.


Lebih lanjut, pentolan FPI ini juga sangat menyayangkan sikap pemerintah yang tidak menanggapi positif ajakan dialog. Seperti diketahui, FPI dan juga ormas lainnya beberapa kali menggelar unjuk rasa yang ditujukan untuk mengajak pemerintah berdialog melalui "aksi bela Islam".

"GNPF MUI aksi bela Islam itu telah mengajukan kepada pemerintah untuk duduk dialog persoalan bangsa. Dan selalu ditolak dan diabaikan. Di GNPF MUI tidak pernah bosan untuk mewujudkan rekonsiliasi. Perlu membuat satu format yang tepat dengan kedalaman bagi saya di tanah suci tetap mengedepankan dan lebih mengutamakan rekonsiliasi. Di seberang sana sementara dikriminalisasi. Diberangus dan rakyat jelata dipersulit. Maka tidak ada kata lain, yaitu lawan."Pilihannya rekonsiliasi dan revolusi?" pungkasnya.

Sementara itu, hingga kini masih belum diketahui Habib Rizieq akan kembali ke Tanah Air dan menghadapi kasus hukum yang menjeratnya. Namun belakangan muncul kabar jika ia diduga pulang usai lebaran.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait