Inilah kejadian tak menyenangkan yang dialami Zayn Malik ketika pertama kali datang ke AS.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 Juni 2017 - 14:38 WIB
WowKeren - Zayn Malik pernah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan ketika pertama kali masuk negara Amerika Serikat bersama One Direction. Dalam wawancara bersama Evening Standart, pelantun "Pillowtalk" ini mengaku sempat ditahan selama 3 jam oleh bagian imigrasi saat menginjakkan kakinya di tanah Paman Sam itu.
"Pertama kali aku datang ke Amerika, aku mendapat tiga pemeriksaan keamanan sebelum naik ke pesawat," ceritanya mengenangkan kembali kejadian itu. "Pertama, mereka mengatakan bahwa aku telah dipilih secara acak, kemudian mereka mengatakan itu ada hubungannya dengan namaku, itu menandai sesuatu pada sistem mereka."
"Lalu ketika aku mendarat, itu seperti sebuah film, mereka menahanku di sana selama tiga jam, menanyaiku tentang berbagai hal gila," lanjutnya. "Umurku masih baru 17, pertama kalinya aku di Amerika, turun dari pesawat, bingung."
Menurut Zayn, hal tersebut telah terjadi lebih dari satu kali. "Hal yang sama juga terjadi di lain waktu," ungkapnya. Meski demikian, Zayn memahami apa yang dilakukan oleh pihak imigrasi.
"Aku mengerti tingkat kehati-hatian yang perlu diperhatikan, terutama sekarang, mengingat kejadian di tempat tinggalku," tutur kekasih Gigi Hadid tersebut. "Aku rasa tidak ada manfaatnya untuk marah. Aku mengerti mengapa mereka harus melakukannya."
Ketika ditanya tentang radikalisasi pemuda Muslim, dia berkata sambil menghela napas. "Aku tidak tahu bagaimana cara mengetahui psikologi seseorang, mengapa orang itu melakukannya. Dan aku tidak tahu obatnya untuk itu. Aku hanya berharap orang memiliki lebih banyak cinta, perhatian dan kasih sayang untuk manusia lain," jelasnya dilansir Aceshowbiz.
Sebagai selebritis yang dibesarkan dalam keluarga muslim, Zayn Malik mengatakan tidak ingin dirinya dipandang berdasarkan agamanya ataupun latar budayanya. "Aku dibesarkan dalam keyakinan Islam," kata penyanyi asal Inggris tersebut. "Jadi itu akan selalu bersamaku. Tetapi aku tidak ingin didefinisikan oleh agamaku atau latar belakang budayaku."
(wk/)