Sehari Sebelum Diserang, Novel Susun Strategi Ungkap Kasus e-KTP
Nasional

Novel dan timmya sedang menyusun strategi untuk mengungkap tuntas kasus e-KTP. Salah satunya dengan menjadikan Miryam S Haryani sebagai tersangka.

WowKeren - Novel Baswedan kini menjalani hari-hari di Singapura dengan terus berjuang agar matanya yang disiram air keras bisa segera sembuh. Novel tidak akan pernah lupa kejadian saat dua orang tiba-tiba menyiramkan air keras ke matanya.

Malam sebelum kejadian, Novel memimpin rapat di ruang penyidik KPK. Novel adalah Kasatgas penyidikan e-KTP. Malam itu, Novel dan timmya sedang menyusun strategi untuk mengungkap tuntas kasus e-KTP.

Salah satunya dengan menjadikan Miryam S Haryani sebagai tersangka. Untuk diketahui, sehari sebelumnya, KPK juga mengirimkan surat permintaan cegah kepada Dirjen Imigrasi atas nama Ketua DPR Setya Novanto, juga terkait kasus e-KTP.

"Kebetulan satu hari sebelum peristiwa penyerangan, saya memaparkan rencana penyidikan kepada tim. Mereka paham apa yang harus dikerjakan," kata Novel kepada kumparan, Kamis (22/6).


Bahkan sampai saat ini, Novel masih memonitor perkembangan kasus di KPK. Meski kini tak bisa melihat dengan sempurna, Novel masih ikut berperan dalam proses penyidikan di KPK walaupun harus dilakukan dari jarak jauh.

"Para penyidik sering meminta saran penanganan perkara, mereka meminta pendapat saya. Jadi, ya, saya tahu sudah sejauh apa penyidikannya," jelasnya.

Beberapa perkembangan kasus masih dilaporkan ke Novel. Novel memang merupakan penyidik senior KPK. Puluhan kasus besar sudah ditanganinya.

"Tapi saya meminta agar laporan tidak disampaikan lewat telepon karena perkembangan selaput mata ini dipengaruhi oleh kondisi psikologis saya. Selain itu karena saya merasa telepon ini disadap. Anda juga harus berhati-hati," kata Novel.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait