Rela Merayap di Semak, Kisah Polwan AKP Rosana Dibalik Penggerebekan Sabu 1 Ton
Nasional

Begini kisah keberanian AKP Rosana, polwan yang terlibat dalam mengungkap kasus sabu 1 ton.

WowKeren - Keberhasilan polisi mengagalkan penyulundupan sabu hingga 1 ton menuai pujian dari banyak pihak. Prestasi tersebut tentunya tak lepas dari kerja keras tim bahkan hingga mempertaruhkan nyawa.

Diantara puluhan anggota yang terlibat dalam operasi tersebut tampaknya nama Polwan Ajun Komisaris Polisi Rosana Labobar menjadi yang paling mencuri perhatian. Rosana sendiri mengungkap jika dirinya dan tim mengintai selama berminggu-minggu demi mengungkap kasus ini.

"Saat itu saya hanya berpikir, semakin cepat saya mengungkap, semakin cepat pula saya berkumpul dengan keluarga. Saya dan tim berminggu-minggu melakukan pengintaian karena informasi yang kami terima tentang mereka sangat sedikit," ujar Rosana dilansir dari Viva. "Nah, pada saat sehari sebelum penangkapan, Selasa, 11 Juli 2017 mereka bergerak ke Anyer itu siang. Kemudian diikutin dan mereka bermalam di sana. Nah, mereka ke pantai Mandalika dari 11 malam sampai jam lima subuh."

Sebagai anggota wanita satu-satunya dalam tim, wanita yang biasa dipanggil Ocha itu sama sekali tak gentar. Ia bahkan tanpa ragu merayap di semak-semak dan berada di barisan depan.


"Saya posisinya sudah dibagi. Kebetulan waktu malam pertama di Mandalika saya hanya berdua dengan anggota. Pas banget dapat mobilnya, kami mulailah merayap-rayap masuk ke semak-semak. Kami tungguin, baru satu mobil Innova. Enggak lama kemudian, anggota yang lain mau masuk, tapi ada dua mobil lain masuk, ada yang jaga di depan. Otomatis enggak ada anggota yang bisa masuk, jadi saya di sana hanya berdua dengan posisi tiarap," jelasnya. "Kemudian mereka kembali ke hotel. Kita bisa sedikit istirahat sambil tetap mengawasi pergerakan mereka."

Tabu (12/7), Ocha mengungkap jika mereka sudah siap menyergap Ia mengintai pelaku dengan teropong di tengah kegelapan sembari menunggu kode. Ia berusaha untuk tidak banyak bergerak agar tidak menimbulkan kecurigaan pelaku.

"Saat itu bulan purnama terang. Saya enggak bisa duduk, saya hanya tiarap karena pasti terlihat kalau saya duduk. Soalnya kan itu tadi kondisinya terang bulan. Jarak saya dengan mereka hanya 30 meter. Saya paling depan dan sendiri saat itu.Setelah saya tunggu lebih dari empat jam, mereka akhirnya main kode lampu mobil ke arah pantai. Ada kapal kecil datang, perahu kecil lah kayak sampan, tapi ada mesinnya di belakang satu," jelas Ocha. "Pas kelap kelip lampu ada yang lari. Saya parno kalau banyak gerak akhirnya akan terbongkar. Saya nunduk saja. Itu kan bibir pantai curam ke bawah. Jadi pengangkut barang pakai kapal kecil kayak sampan. Pada saat mereka teriak pakai bahasa China, kapalnya pergi, baru saya angkat kepala, saya lapor ke pimpinan."

Sementara itu, dalam operasi itu satu dari empat pelaku tewas di lokasi kejadian. Sedangkan tiga lainnya berhasil diamankan. Sabu sebanyak 1 ton tersebut rencananya akan dikirim ke Jakarta dan diedarkan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait