Jadi Perhatian Media Asing, CEO Telegram Sebut Rencana Pemblokiran 'Aneh'
Nasional

CEO Telegram ikut angkat bicara atas pemblokiran yang dilakukan Kemenkominfo Indonesia, seperti apa?

WowKeren - Rencana pemblokiran Telegram yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo di Indonesia tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Tidak hanya itu, sejumlah media asing juga tidak ketinggalan menyoroti hal tersebut.

Salah satunya seperti Reuters yang memuat berita berjudul, "Indonesia blocks Telegram messaging service over security concerns." Sedangkan media Singapura, Strait Times menulisnya dengan judul, "Indonesia request ISPs to block Telegram messenger over terror fears".

Kebijakan pemblokiran Kemenkominfo tersebut juga telah ditanggapi oleh CEO Telegram, Pavel Durov. Ia mengatakan jika pihaknya sama sekali belum menerima keluhan dan menganggapnya aneh.


"Itu aneh, kami sama sekali tidak pernah menerima permintaan atau keluhan apapun dari pemerintah Indonesia. Namun kami akan segera menyelidikinya dan mengumumkannya," jelasnya.

Sementara itu, pihak Menkominfo, Rudiantara menyebutkan jika Telegram diblokir lantaran banyak digunakan untuk menyebarkan ajaran teroris. Tidak hanya itu, ia bahkan mengancam akan menutup platform media sosial lainnya jika mereka tidak menyaring konten negatif.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait