Menteri Sosial Khofifah mengungkap efek berbahaya yang bisa dilakukan oleh korban pembullyan.
- Tim WowKeren
- Senin, 17 Juli 2017 - 12:13 WIB
WowKeren - Kasus pembullyan yang dialami mahasiswa berkebutuhan khusus di kampus Gunadarma tengah menjadi sorotan. Dalam video itu korban tampak beberapa kali dipermainkan hingga nyaris terjatuh.
Bahkan disebutkan jika perlakuan itu diterimanya hampir tiap hari. Belakangan diketahui jika mahasiswa autis tersebut bernama Farhan.
Pembullyan tersebut juga menjadi perhatian Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Khofifah menyebutkan jika angka aksi bully di Indonesia dari SD hingga SMA mencapai 40 persen.
Ia juga menjelaskan efek berbahaya yang bisa dialami oleh korban pembullyan. Akibat tekanan mental yang mereka alami, korban bisa saja melakukan hal nekat hingga bahkan berujung pada kematian.
"Jangan pernah menganggap enteng korban bully. Ketika mereka di-bully, angka frustasinya cukup dalam, ada juga yang stres, bahkan sampai ada yang bunuh diri. Bullying juga bisa terjadi secara verbal maupun nonverbal," jelasnya.
Menteri Khofifah bahkan menyebutkan jika bunuh diri akibat pembullyan sudah beberapa kali terjadi. Oleh karenanya ia berharap ada kesadaran sehingga perilaku buruk ini bisa berakhir.
Sementara itu, pihak Gunadarma sendiri kabarnya telah menangani kasus ini. Baru-baru ini disebutkan jika pelaku pembullyan berjumlah tiga orang.
(wk/)