Gara-Gara Ini, Kapolri Sebut Kasus Novel Lebih Sulit dari Bom Kampung Melayu
Nasional

Ini kendala yang dihadapi kepolisian dalam upaya mengungkap kasus Novel Baswedan.

WowKeren - Kasus serangan air keras yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan masih menyimpan misteri hingga kini. Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan jika perkara tersebut memang sulit bahkan jika dibandingkan dengan bom Kampung Melayu.

Menurutnya kesulitan kasus Novel terletak pada kurangnya bukti. Sedangkan pada serangan bom, masih ada sisa-sisa seperti mobil atau potongan tubuh pelaku.

"Kasus hit and run jauh lebih sulit. Penanganan kasus bom molotov dan bom Kampung Melayu lebih mudah," jelasnya. "Saat bom Bali buktinya banyak, termasuk mobil yang hancur."


Meski begitu, ia mengungkap jika polisi baru-baru ini telah bertemu dengan saksi yang mengidentifikasi wajah pelaku. "Ini kemajuan dibanding sebelumnya," jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan pada KPK untuk bekerja sama membentuk tim demi mengungkap kasus ini. Menurutnya hal tersebut bisa lebih efektif.

Seperti diketahui Novel Baswedan diserang dengan air keras di sekitar rumahnya pada April lalu. Akibat kejadian itu ia mengalami luka di bagian mata dan wajahnya hingga harus dirawat di Singapura.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait