Begini nasib Vincero yang tidak bisa sekolah usai orangtuanya mempertanyakan pungutan Rp 830 ribu.
- Tim WowKeren
- Kamis, 20 Juli 2017 - 11:25 WIB
WowKeren - Kisah Vincero tengah menjadi sorotan baru-baru ini. Bocah berusia 6 tahun di Samarinda itu dikabarkan telah dikeluarkan dari sekolah lantaran orangtuanya melaporkan pungutan yang dilakukan sekolahnya.
Ibu Vincero, Marwah Baco mengatakan jika perkara ini berawal saat ia putranya lulus seleksi masuk SDN 016 Proklamasi, Sungai Pinang Dalam, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dan harus membayar Rp 830 ribu. Bagi keluarga kecil itu jumlah tersebut terbilang cukup besar. Apalagi pekerjaan sang ayah penjual mainan anak-anak dan ibunya adalah ibu rumah tangga.
Namun ketika melakukan pembayaran, ia hanya diberi kuitansi tanpa rincian pembayaran uang itu digunakan untuk apa. Mereka kemudian mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Samarinda dan melaporkan pungutan yang tidak transparan tersebut.
"Saya tanya, mana rinciannya pada kepala sekolah. Kepalanya jawab, itu ada kuitansi saja, enggak ada rincian-rincian," jelasnya. "Kami ke Disdik pertanyakan itu, tidak ada rincian. Ya katanya anak kami pasti diterima sekolah.'
Senin (17/7), saat seharusnya Vincero mulai sekolah, namanya justru tidak terdaftar di semua kelas. Saat mereka menanyakannya ke Kepala Sekolah, mereka justru menyalahkan orangtua Vincero yang mendatangi Dinas Pendidikan.
"Kami kaget, kemana nama Vincero. Ada tiga kelas untuk murid baru. Kami tanya sama gurunya ada lagikah ruangan selain 1A, 1B, dan 1C. Kemudian gurunya suruh bertanya pada kepala sekolah," imbuhnya. "Kami ketemu dengan Ibu Kepala Sekolahnya. Dia nanya begini, ngapain kamu ke Dinas Pendidikan. Buat apa nanya-nanya masalah rincian uang sekolah ke Dinas. Saya yang berhak di sini, saya kembalikan uangmu dan guru-guru juga bilang anakmu tidak usah diterima."
Kisah Vincero tersebut rupanya juga sampai ke telinga Walikota Samarinda Syaharie Jaang. Ia kemudian memutuskan untuk menonaktifkan Kepala Sekolah SD tersebut sampai pemeriksaan selesai. Sedangkan Vincero sendiri juga bisa bersekolah di tempat ia didaftarkan.
"Ya, dinonaktifkan sementara dalam masa pemeriksaan. Saya sudah instruksikan ke Disdik dan Inspektorat mengadakan pemeriksaan. Terimakasih," ujar Jaang. "Anak Vincero tetap sekolah di tempat di mana orangtuanya mendaftar awal."
(wk/)