Lewat lagu ini, Chester Bennington mengisyaratkan akan mengakhiri hidupnya karena depresi.
- Tim WowKeren
- Jumat, 21 Juli 2017 - 10:48 WIB
WowKeren - Vokalis Linkin Park, Chester Bennington dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (20/7). Penyanyi berusia 41 tahun ini ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di kediamannya di Los Angeles. Demikian yang diwartakan TMZ.
Sejauh ini, belum diketahui motif Chester memutuskan untuk melakukan aksi bunuh dini. Akan tetapi, jika menilik lebih jauh soal lagu terbaru Linkin Park yang berjudul "Heavy", terdapat isyarat dari Chester yang menyatakan ia memiliki masalah mental.
Mengutip News.com, lagu tersebut membicarakan tentang situasi depresi. Hal tersebut terlihat dalam bait-bait liriknya. "I don’t like my mind right now. Stacking up problems that are so unnecessary. Wish that I could slow things down,” demikian liriknya yang mengatakan bahwa ia tidak menyukai pikirannya yang dipenuhi masalah tidak penting dan ia berharap bisa lepas itu semua.
Chester juga seperti ingin membebaskan diri dari masalah dengan meninggal dalam bagian chorus-nya. "If I just let go, I’d be set free," bunyi liriknya.
Lagu tersebut ditulis oleh Chester Bennington sendiri bersama rekan bandnya, Brad Delson dan Mike Shinoda. Dibantu juga oleh produser musik Selena Gomez, Justin Tranter dan Julia Michaels.
Dalam wawancara bersama Billboard, band beraliran rock dan metal alternatif tersebut mengaku "Heavy" terinspirasi dari masalah yang membuat frustasi dalam hidup mereka masing-masing. Shinoda juga pernah menuturkan saat lagu itu ditulis, Bennington sedang memiliki masalah.
"Aku ingat Chester berjalan dan disapa, ‘Hei apa kabar?’ Dan dia jawab, ‘Oh, saya baik-baik saja,'" tutur Shinoda menirukan kembali percakapannya dengan Chester. "Lalu kami berbincang beberapa menit dan dia bilang, 'Tahu tidak, sejujurnya aku tidak baik-baik saja. Aku tidak oke. Terlalu banyak hal yang terjadi padaku. Akku merasa seperti sedang di bawah air. Seperti, ‘Hal-hal terasa berat untukku'."
(wk/)