Berikut alasan mengapa Luis Fonsi dan Daddy Yankee mengamuk lagu duet mereka dibuat untuk kepentingan politik.
- Tim WowKeren
- Rabu, 26 Juli 2017 - 14:04 WIB
WowKeren - Lagu "Despacito" yang tengah digandrungi masyarakat dunia itu digunakan tanpa izin oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduri untuk kampanye. Sontak, hal itu membuat Luis Fonsi dan Daddy Yankee geram.
Seperti dilansir dari AceShowbiz, Selasa (25/7), Presiden Nicolas Maduro menggunakan versi berbeda dari lagu populer milik duo penyanyi asal Puerto Riko itu. Gubahan tersebut dipakai untuk mengajak warga Venezuela memilih peraturan yang diajukan Maduro. Peraturan Maduro itu sendiri sebenarnya sudah ditolak keras karena dinilai sangat diktator.
Melalui akun Twitter dan Instagram, Luis Fonsi dan Daddy Yankee meluapkan kekesalannya. Ia menegaskan tidak pernah memberikan izin atau dimintai izin agar lagunya digunakan untuk kepentingan politik.
"Aku tidak pernah mengizinkan penggunaan atau pengubahan lirik 'Despacito' untuk kepentingan politik, apalagi di tengah situasi menyedihkan yang dialami Venezuela, negara yang aku cintai," tulis Luis di Twitter. "Musikku adalah untuk semua yang ingin mendengar dan menikmatinya, bukan digunakan sebagai propaganda yang mencoba memanipulasi kehendak masyarakat yang sedang merindukan kebebasan," imbuhnya di Instagram.
Senada dengan Fonsi, Daddy juga mengutarakan hal yang sama. "Memanfaatkan lagu secara ilegal tak bisa dibandingkan dengan kejahatan yang sedang Anda buat dan sudah Anda lakukan di Venezuala. Rezin diktator adalah lelucon bagi dunia," kecam Yankee di Instagram disertai dengan cuplikan foto dari artikel berita yang diimbuhi tanda silang besar berwarna merah.
Lagu "Despacito" sebenarnya tentang menaklukkan lawan jenis. Namun, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menggantinya agar warga bersedia memilih dewan rakyat yang nantinya akan mengubah konstitusi.
(wk/)