Begini jawaban Fadli Zon saat ditanya kemungkinan Prabowo berduet dengan AHY.
- Tim WowKeren
- Rabu, 26 Juli 2017 - 18:04 WIB
WowKeren - Kabar pertemuan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto ramai dibicarakan oleh publik. Banyak yang berspekulasi jika keduanya akan membahas mengenai UU Pemilu yang disahkan baru-baru ini dan juga Pilpres 2019 mendatang.
Meski begitu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan jika hal tersebut masih jauh, mengingat Pilpres baru akan dilangsungkan dua tahun lagi. Ia mengatakan jika perkembangan uji materi di Mahkamah Konstitusi bisa mempengaruhi konfigurasi dan peta Pilpres mendatang.
"Ya nanti kita lihat saja. Kan masih jauh ya pilpres masih jauh lagi. Dalam waktu 2 tahun masih banyak perubahan, kita belum tentu dalam konfigurasi ini bertahan sampai pada tahun 2019," ujar Fadli. "Keputusan MK akan menentukan konfigurasi ke depan. Kalau MK menolak PT, ya tentu akan banyak lagi calon dan kalau tidak ya tentu semakin terbatas."
Lebih lanjut, Fadli Zon juga buka suara terkait isu yang menyebutkan jika Gerindra tampaknya ingin berduet dengan Demokrat. Bahkan ada rumor yang menyebutkan kemungkinan Prabowo berduet dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Politisi itu mengatakan jika kemungkinan apapun terbuka, yang terpenting adalah kedua calon harus bisa bekerja sama dengan baik.
"Ya semua kemungkinan itu masih terbuka. Baik dengan PKS dan PAN dan bersama-sama, berempat atau bahkan nanti lebih besar mendukungnya. Saya kira ini masih suasana dan situasinya sangat tergantung pada perkembangan ke depan pada MK," imbuhnya. "Ya mestinya komplementer mestinya menunjang, kemudian bekerja sama dan secara partai pendukung ada akseptabilitas yang kuat."
(wk/)