Presiden Jokowi Ingin Remake Film G30S/PKI, Ki Kusumo Sanggupi Tantangan  Ini
Film

Siap menggarap film berlatar sejarah yang kontroversial, begini rencana Ki Kusumo.

WowKeren - Masyarakat Indonesia tak pernah lepas dari pembicaraan topik tentang sejarah G30S/PKI setiap menjelang akhir September. Topik ini semakin ramai dibahas saat adanya antusiasme komunitas masyarakat yang belakangan mengadakan nonton bareng film berjudul "Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI".

Joko Widodo selaku Presiden Indonesia juga telah memberikan tanggapan terkait film ini. Namun Jokowi tidak membahas kontroversi sejarah dalam film tersebut yang dinilai sebagai propaganda. Jokowi justru ingin film ini di-remake agar lebih bisa diterima oleh generasi masa kini yang berjarak jauh dengan momen-momen sejarah era 1965. Rencana ini pun mendapat tanggapan beragam dari para pekerja di industri perfilman tanah air.

Sebelumnya Christine Hakim dan Marcella Zalianty mengatakan siap terlibat jika memang diajak untuk membintangi versi remake film ini. Di sisi lain, ada Ki Kusumo selaku produser film yang langsung menyanggupi apa permintaan Presiden Indonesia tersebut.


Menurut Ki Kusumo, kesanggupan ini merupakan sikap dan tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia. "Sejarah G30S/PKI selama ini menjadi perdebatan. Saya yang berada di lingkungan perfilman tergerak untuk membantu meluruskan sejarah bangsa ini agar ke depannya penerus bangsa bisa tahu sejarah," ucapnya.

Ki Kusumo merasa bahwa Indonesia sudah memiliki banyak aktris dan aktor berbakat. Menurut Ki Kusumo, mereka tak akan kesulitan untuk memerankan tokoh pejuang bangsa. Menariknya, Ki Kusumo bahkan sudah punya rencana sendiri untuk menggarap film ini. Dia ingin melibatkan keluarga pahlawan dalam film yang akan digarapnya tersebut. "Saya akan bicarakan dulu dengan mereka. Minimal, mereka mendukung film ini," ujarnya.

Pembuatan film berlatar sejarah tentu tidak mudah dan Ki Kusumo akan berhati-hati dalam proses produksinya nanti. "Saya hanya ingin menampilkan sejarah bangsa ini sebagaimana mestinya. Film ini diharapkan jadi pegangan kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara," imbuhnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!