Kejutkan Indonesia, Meninggalnya Kiper Persela Choirul Huda Jadi Sorotan Dunia
Nasional

Sejumlah media media asing di penjuru dunia juga melaporkan kematian Choirul Huda yang mengejutkan tersebut. Seperti apa?

WowKeren - Dunia sepak bola Indonesia sedang dirundung duka. Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal dunia di usia 38 tahun pada Minggu (15/10) sore. Kabar kematian kiper yang sudah mengabdi selama 18 tahun untuk Persela Lamongan tersebut tentu saja mengejutkan publik.

Kematian Choirul Huda diakibatkan cedera serius setelah mengalami insiden naas di lapangan saat laga kontra Semen Padang di Stadion Surajaya. Ia mengerang kesakitan sambil memegangi rahangnya setelah mengalami benturan keras dengan Ramon Rodrigues yang merupakan rekan setimnya.

Choirul Huda sempat dilarikan ke RSUD Soegiri dan segera mendapat penanganan di UGD. Namun nyawanya tak tertolong. Menurut keterangan dokter, penyebab kematian adalah berhentinya jantung dan napas akibat trauma dada, kepala dan leher.

Tak hanya Indonesia, kabar duka ini juga menjadi sorotan dunia. Sejumlah media asing di penjuru dunia juga melaporkan kematian Choirul Huda yang mengejutkan tersebut.

Salah satunya adalah The Guardian, media terkemuka di Inggris yang memuat artikel bertajuk, "Choirul Huda, Indonesian goalkeeper, dies after collision with team-mate". Artikel membahas kronologi insiden naas Choirul Huda di lapangan.


Selain itu, BBC juga tak ketinggalan memberitakan kematian Choirul Huda dengan mengangkat duka para pendukungnya dalam artikel bertajuk, "Choirul Huda: Indonesian goalkeeper dies after collision with team-mate".

"Persela mengatakan ribuan pendukung menghadiri peringatan dengan menyalakan lilin untuk menghormati kiper yang telah tampil di lebih dari 500 pertandingan di satu-satunya klub yang dibelanya," tulis BBC dalam artikel tersebut.

Sementara di Amerika Seringkat, Washington Post membahas detik-detik saat Choirul Huda dan Ramon Rodrigues berbenturan. "Goalie dies after collision in Indonesian soccer match, reportedly of head and neck trauma," bunyi judul artikel.

"Benturan itu, jika dilihat sekilas, tak tampak menakutkan atau berbahaya. Namun Choirul Huda, kiper terkenal berusia 39 tahun untuk Persela dalam Indonesia Super League langsung memegang rahang dan kepalanya, membuat penonton TV dan penonton sadar bahwa ada sesuatu yang salah," tulis Washington Post.

"Goalkeeper dies after colliding with teammate in Indonesian Super League match," bunyi judul artikel ABC News yang berisi duka dari rekan setim dan pendukungnya. Sedangkan The Straits Times asal Singapura menulis artikel dengan judul, "Football: Indonesian goalkeeper, 38, dies after collision with teammate during league game".

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait