Dian bukan hanya tak dilayani di restoran tetapi juga harus debat dengan penyelenggara acara soal penggunaan hijab untuk model runway.
- Tim WowKeren
- Kamis, 19 Oktober 2017 - 14:07 WIB
WowKeren - Dian Pelangi sukses melenggang di kancah internasional. Ia baru saja menggelar show di International Fashion Summit (Sommet International de la Mode), Paris Fashion Week for Peace.
Meski cukup berhasil, Dian tak memungkiri kalau ia mendapat diskriminasi. Desainer berusia 26 tahun itu mengaku kalau kota Paris belum ramah hijab. Saat datang ke restoran, ia tak dilayani karena mengenakan hijab.
"Waktu itu sempat habis fashion show mau makan di salah satu restoran di sana, nggak dilayani sama waiter-nya," seru Dian pada Wolipop. "Sampai satu setengah jam lebih di situ nggak dilayani juga akhirnya aku pergi. Masih ada beberapa orang di sana yang belum menerima hijab."
Bukan cuma soal makanan, Dian juga sempat debat dengan penyelenggara acara. Ini karena model-model yang nantinya memamerkan busana rancangan Dian tak semuanya diizinkan berhijab.
"Sempat diminta copot kerudungnya sama penyelenggara di sana. Jadi lima model pakai hijab dan lima nggak pakai. Kata mereka soalnya di sini susah diterima kalau semua berhijab dan nggak mau kontroversial," kata desainer berusia 26 tahun tersebut. "Aku nggak bisa begitu, aku nggak mau, desainer jangan diatur-atur, karena aku merasa bertanggung jawab ya mewakili muslimah berhijab lainnya. Akhirnya diizinkan."
(wk/)